PROPERTY INSIDE – Baginya properti sangat berpengaruh untuk masa depan kehidupan setiap manusia. Properti adalah investasi yang berperan penting, bahkan menyentuh sampai ke dalam pondasi paling dasar rumah tangga.
Itulah sebabnya Nathalia Sunaidi memilih properti menjadi salah satu main business yang digelutinya. “Properti ini mampu memberi perlindungan tidak hanya dalam arti kata sebagai tempat tinggal semata. Properti mampu memberi jaminan apapun bagi kita, karena investasi properti tidak pernah menyusut.”
“Terutama bagi para perempuan, wajib memiliki properti minimal satu rumah. Sebagai praktisi hypnoterapi saya sering menemukan kasus kekerasan rumah tangga dikarena si istri tidak memiliki penghasilan. Bagi perempuan, wajib memiliki properti untuk menjamin agar hal-hal seperti itu tidak terjadi,” jelas jebolan Universitas Bina Nusantara ini.
Menekuni bisnis ini Nathalia menyakini dirinya dapat berkontribusi lebih bagi orang banyak, terutama kepada perempuan Indonesia. Karena perempuan harus menyiapkan keamanan masa depan bagi dirinya dan anak-anaknya dengan giat berinvestasi properti.
Nathalia juga menyadari bahwa perkembangan teknologi yang bergerak sangat cepat. Ini harus diterapkan dengan cepat juga. Jika tidak, developer akan tertinggal sangat jauh. Berikut petikan wawancara Property Inside dengan CEO Samara Dana Properti dan Rotterdam Property yang juga praktisi hypnoterapi itu;

Perkembangan teknologi terus bergerak pesat, apa yang seharusnya dilakukan pengembang untuk menerapkan proyek yang berbasis teknologi?
Dalam setiap kita mengaplikasikan sesuatu, terutama teknologi harus berkaitan dengan dua hal, efektif dan efisien. Kalau kita gunakan teknologi atau metode baru apapun tapi tidak memenuhi dua kriteria ini buat apa?
Sekarang kita harus memikirkan teknologi, terutama dalam hal ini saya di bidang properti, tentu efektif dan efisien untuk siapa. Pertama, untuk developer, dan kedua tidak boleh dilupakan untuk pihak konsumen. Percuma efektif dan efisien hanya untuk developer saja misalnya, tapi konsumen tidak atau sebaliknya, itu bukan suatu terobosan bagi saya.
Jadi menurut saya teknologi itu dulu dengan sekarang berbeda, zaman dulu kita punya handphone cuma buat terima telephone dan sms saja, sekarang everything in your hand, sekarang belanja baju saja kemana? Ya di sini, di tangan ini kan?
Orang buka mata lihat smart phone, tutup mata sebelum tidur juga begitu. Artinya apa? Sekarang ini teknologi sudah tidak bisa dihindari, mau dihindari bagaimanapun pasti nabrak, pura-pura tidak lihat, pura-pura tidak tahu suatu saat pasti ketabrak, akhirnya aware juga.
Untuk developer, startegi apa yang bisa diterapkan agar teknologi ini efektif dan efisien?
Banyak hal yang bisa digunakan, misal saja nanti di next project saya terapkan itu smart home, karena akan membuat efisien dan efektif, lebih green, lebih hemat energi. Dengan demikian artinya kita memberikan sumbangsih kepada bumi ini adalah green, itu salah satu contoh.
Contoh lainnya, kendala sekarang ini, kalau kita jualan biasanya orang mau lihat rumah contoh, lihat lokasi, kalau beli rumah tidak lihat lokasi, atau beli properti tidak lihat lokasi waduh ngeri betul. Tapi kendala sekarang, mau lihat lokasi mau hari apa? Pulang kerja malam, masa ke proyek malam-malam, serem juga.
Ok, hari apa? Sabtu? Sabtu macetnya luar biasa, mestinya waktu untuk keluarga kita pakai traffic untuk lihat lokasi, lalu hari Minggu orang lihat lokasi pasti ada kegiatan semisal yang beribadah pagi, beribadah dulu. Lihat lokasi itu kayaknya sayang banget ya, Nah kita bisa pakai apa untuk membuat orang saving di sana, saving time saving cost.
Permasalahan seperti ini yang saya cari solusinya. Saya siapkan sistem dan program advantage. Program ini dapat memantau real time lokasi dan rumah contoh secara online. Itu real time, mulai dari progres pembangunan, jalannya seperti apa, lokasi seperti apa.
Tentu cost untuk menerapkan teknologi seperti itu menjadi mahal?
Memang untuk investasi awal luar biasa mahal, bisa miliaran yang kami siapakan untuk itu, tapi ingat, ke depan investasi ini saving cost. Tidak hanya pengembang, pembeli pun saving. Jadi begini, kalau kita mau pakai teknologi cost limited karena kalau tidak begitu akan ketinggalan.
Jadi kalau developer tidak memiliki visi besar, buat apa bikin system sampai milyaran. Developer yang tidak megikuti teknologi sudah pasti dikategorikan, bisa disimpulkan developer itu memiliki visi yang kecil. Berbeda dengan developer yang melihat teknologi, dia akan investasi ke sana karena dia paham next-nya seperti apa.
Ini investasinya cukup besar, apakah Anda yakin kalau ini timing yang tepat untuk berinvestasi sebesar itu? Sementara banyak developer yang belum berani berinvestasi di teknologi dengan nilai sebesar itu.
Kembali lagi ke efektif dan efisiien. Tapi secara pribadi, saya memiliki mimpi besar, maka saya bilang jika tidak memiliki mimpi besar orang akan merasa it’s cost very expensive, mahal sekali. Tetapi jika kita memiliki mimpi besar itu menjadi investasi yang baik. Dengan teknologi, saya akan membangun empire, saya akan membangun properti ini, di bisnis yang sangat besar. Saya bermimpi menjadi salah satu developer properti besar di Indonesia.
Meski sudah eksis di industri properti, Anda tetap membagi waktu sebagai hypnoterapi, apa alasannya?
Semua orang tahu bisnis properti, apalagi developer untungnya sangat besar, karena itu mebuat orang bertanya pada saya, kenapa sudah jadi developer masih mau menjadi pembicara di hypnotehraphy?
Saya bilang “If I only see money in my eyes” saya pasti pilih developer, karena jomplang banget keuangannya, income yang saya dapatkan. Kalau mau cari uang banyak, mau kaya raya, mau super kaya, masuklah property.
Tapi hypnotheraphy membuat saya mendapatkan tiket ke surga, karena menolong orang, seperti psikolog, ada orang masalah kita terapi, sembuh, punya semangat, harapan. Jadi saya jalani dua-duanya. Kalau hanya melihat uang pasti saya pilih properti, tapi hidup tidak selalu selamanya just money.









