PROPERTY INSIDE – Peluang market real estate/properti di tahun 2018 tidak akan bisa dilepaskan dari segmen Generasi Y (Gen-Y). Generasi yang lahir antara awal tahun 80’an hingga pertengahan 90’an ini, kini mewakili sekitar 20 persen sampai 30 persen dari total populasi dunia.
Inilah generasi yang akan mendominasi dalam 2 dekade ke depan. Tidak seperti orang tua mereka, Generasi X, Gen-Y memiliki karakter yang unik. Lifestyle mereka berbeda dengan Gen-X yang hanya fokus kepada pekerjaan saja. Gaya hidup sudah masuk dalam daftar kebutuhan Gen-Y.
Anak-anak muda dari generasi ini merupakan potensi pasar yang sangat besar bagi industri perumahan, ritel dan hiburan yang memahami kebutuhan dan keinginan mereka. Karakter lifestyle mereka ini yang harus diperhatikan dan diimplementasikan para developer properti di tahun 2018.
Sebelum membahas lebih jauh peluang pasar segmen ini, perlu kita perhatikan seperti apa karakter dan ciri-ciri dari Gen-Y itu?
Ada beberapa point, pertama mereka pekerja keras, multi-tasking, berprestasi, sangat transisional dan sangat terbuka. Gen- Y to the point, bekerja dgn cepat dan praktis, dalam hal ini mereka menginginkan iklim yang menyenangkan. Mereka membutuhkan informasi yang cepat di dukung oleh teknologi modern.
Kedua, mereka juga sangat menyukai travelling dan hiburan, ini karena Gen-Y butuh keseimbangan antara pekerjaan dan lifestyle sebagai peng-AKU-an. Mereka perlu apresiasi, sebagai implementasi kontribusi mereka kepada lingkungan sekitarnya.
Ketiga, mereka berani mengambil dan mencari peluang. Gen-Y berani utk melakukan bisnis kecil-kecilan yang di namakan “Start-Up” company. Mereka ambisius.
Keempat, Gen-Y tidak selalu bergaya dengan harus menggunakan mobil keren, mereka juga bisa menggunakan fasilitas transportasi umum seprti busway, commuter line (kereta), Grab, Uber dan sejenisnya.
Bahkan Bike to Work suatu Fenomena baru bagi Gen-Y ini. Tapi mereka akan menggunakan handphone/smartphone terbaru, dengan earphone bluetooth agar terlihat keren.
Kelima, mereka suka dengan design yang unik dan baru, baik untuk tempat hang-out mereka ataupun untuk hunian mereka. Tidak perlu berlebihan dengan finishing agar terlihat WOW, mereka tidak menyukainya.
Influence Gen-Y pada real estate
Saat Single, generasi ini tinggal berdekatan dengan pusat kota/lifestyle. Mereka mandiri, – enggan untuk tinggal bersama orang tua, tetapi untuk membeli rumah di pusat kota adalah suatu hal yang tidak terjangkau; maka solusi dengan menyewa kost atau apartment tidak menjadi masalah bagi mereka.
Lalu, saat menikah dan memiliki anak, mereka tetap menginginkan tempat tinggal di tengah kota. Sewa rumah/apartment kecil tidak masalah asal di tengah kota.
Kedua poin di atas dapat dilihat sangat berbeda dengan sudut pandang pendahulu mereka, Gen-X yang berusaha untuk memiliki rumah sendiri walaupun di pinggiran kota (jauh dari pusat kehidupan). Artinya pusat kehidupan sudah menjadi pertimbangan utama bagi para Gen-Y untuk menentukan tempat tinggal.
Dimana lokasi tempat kerja, lokasi hangout, pusat kebugaran dan lain-lain menjadi pertimbangan mereka dalam memilih tempat tinggal. Apabila lokasi yang di tawarkan jauh dari “lokasi kehidupan” di atas, maka pengembanglah yang harus menciptakan strategi dengan menyediakan pusat lifestyle tersebut.
Habit Gen-Y inilah yang memberi influence bagi pengembang/developer untuk menyediakan tempat hangout, tempat untuk bersosialisasi di kantor seperti Co-Working Space, library, atau area terbuka sebagai tempat olahraga, pusat kebugaran, dan lainnya.
Gaya hidup after office hour Gen-Y lebih banyak berorientasi pada aktifitas keluar dengan hangout bersama keluarga ataupun teman, olahraga indoor maupun outdoor, dan lain-lain. Sedangkan Gen-X lebih banyak berkumpul dengan keluarga di rumah, berorientasi dan bersosialisasi dengan tetangga, olahraga di komunitas dan lingkungan rumah.
Properti/Real estate yang menarik minat Gen-Y
Kesimpulan yang dapat diambil mulai dari karakter dan habit generasi ini jelas dapat menentukan produk properti seperti apa yang dapat menarik minat mereka. Salah satu yang utama adalah, lokasinya berada di pusat kota (Lifestyle).
Jika pengembang tidak memiliki landbank, atau produk properti di pusat lifestyle tersebut, maka pengembang wajib menyediakan fasilitas-fasilitas yang mendukung gaya hidup generasi tersebut.
Sangat penting juga diperhatikan, lokasi yang dekat dengan fasilitas transportasi umum seperti Station LRT/KRL atau Station MRT sangat menarik bagi mereka. Hunian berorientasi transit oriented development (TOD) akan menjadi pilihan generasi ini.
Selain itu, membangun proyek properti dengan pemilihan design yang unik, cozy sangat di perlukan untuk Gen-Y ini. Generasi ini biasanya sangat cozy tinggal di apartemen yang memiliki fasilitas sesuai gaya hidup mereka.
Siapkan fasilitas seperti area terbuka yang biasanya menjadi meeting point mereka, atau library dengan akses teknologi yang baik. Perhatikan juga pemilihan material dan warna design, tidak perlu mahal tapi unik dan cozy.
Produk properti dengan nilai jual di bawah Rp.1,5 miliar di pusat kota atau di bawah Rp.500 jutaan di sub-urban yang dekat dengan transportasi umum. Pengembang juga harus menyiapkan fasilitas kerjasama pembiayaan dengan pihak perbankan dengan kemudahan uang muka karena generasi ini baru memulai investasi properti mereka.
Sebagai “Start-up Investment” kemudahan uang muka merupakan hal penting bagi mereka. Opsinya bisa dengan cicilan DP panjang, atau cicilan bertahap ke pengembang juga dapat menjadi salah satu alternatif pembayaran.
Saran untuk Gen-Y
Untuk Gen-Y, sebelum membeli properti ada baiknya perhatikan siapa pengembangnya. Sebagai “Start-up Investment” tentu belum memiliki pengalaman membeli properti, maka pilihlah pengembang yang sudah memiliki “nama” dan memiliki komitmen untuk meminimalisir resiko dan kepastian growt nilai investasi.
Selain itu, perhatikan lokasinya, apakah berada di pusat kota atau dekat dengan fasilitas transportasi yang memudahkan mobilitas. Lihat juga berapa banyak total unit yang di tawarkan. Kemudian bagaimana dengan harga dan kemudahan pembayaran yang ditawarkan. Terakhir, perhatikan fasilitas penunjang yang berada di dalam kawasan yang akan dibangun.
Poin-poin di atas sangat penting diperhatikan karena nantinya akan mempengaruhi Property-gain dari nilai investasi tersebut. Selain itu juga berpengaruh pada potensi yeild yang didapat dari nilai sewa untuk para investor dan end-user market.









