PROPERTY INSIDE – Meski terletak di kawasan kepulauan paling eksotis di dunia (Karibia), tapi negara satu ini mungkin belum masuk ke dalam daftar kunjungan wisata Anda. Bagi sebagian orang, Kuba memang identik dengan rezim komunis, revolusioner dan musuh Amerika, tapi tahukah Anda bahwa Kuba adalah salah satu tujuan wisata favorit masyarakat Eropa.
Banyak wisatawan dari Inggris dan Eropa Barat yang berkunjung ke negeri ini, setiap tahunnya lebih dari dua juta wisatawan menjejakkan kaki ke Kuba. Sebagai pulau terbesar di Karibia , Kuba memiliki iklim tropis dengan pemandangan pantai yang menakjubkan. Bisa dibilang bahwa inilah negara tercantik di Karibia yang sedikit luput dari perhatian kita.
Selain pantai-pantai yang indah, bagi Anda para penggemar arsitektur klasik, Kuba adalah surga. Havana, ibukota negara revolusioner ini sangat kaya dengan arsitektur klasik. Tata kotanya mewarisi kota-kota Eropa seperti Paris dan London. Saat berada di kota tua yang ditetapkan sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO ini, mungkin yang terbayang adalah kota-kota Eropa tempo doeloe. Menyusuri jalan-jalan di Havana, mata seolah terpuaskan oleh gedung-gedung klasik dengan seni arsitektur yang sangat cantik.
Mobil-mobil tua berseliweran di antara ruko-ruko klasik ala Eropa, seolah menyusuri mesin waktu kembali ke era tahun 60an. Poster-poster dan grafitti dua pemimpin revolusi Amerika Latin legendaris, Fidel Castro dan Che Guavara menghiasi sudut-sudut kota. Nuansa seni juga sangat kental di sini, seniman-seniman jalanan dapat dengan mudah kita temui di Havana. Setiap tahun, berbagai festival seni, mulai dari seni tari, seni rupa, festival film, festival musik dan teater digelar di sini. Gedung-gedung indah dengan arsitektur klasik yang cantik menghiasi kota cerutu ini.
Havana memang menyimpan keindahan arsitektur gedung- gedung penuh sejarah. Seperti gedung El Capitolo yang dulunya adalah pusat pemerintahan di Kuba sampai terjadi Revolusi Kuba di tahun 1959. El Capitolio pernah juga menjadi gedung Academy of Sciences. Kini gedung ini berfungsi sebagai gedung Majelis Nasional Kuba.
El Capitolo
El Capitolio mulai dibangun pada April 1926, selesai tahun 1929, sampai tahun 50an gedung ini adalah bangunan tertinggi di Havana. Gedung yang dibangun pemerintah kolonial Amerika Serikat ini arsitekturnya tampak meniru gaya neo-klasik Capitol Hill di Washington DC dan juga Panthéon di Paris.
Di dalam El Capitolo terdapat La Estatua de la República, patung terbesar kedua di dunia yang berada tepat di bawah kubah penutup El Capitolo. Patung ini didesain oleh Zanelli, dicetak dengan perunggu di Roma, terdiri dari tiga bagian dan dirakit di dalam gedung ini. La Estatua de la República dilapisi dengan 22 karat (92%) daun emas, dengan berat 49 ton, tinggi 15 meter, tercatat sebagai patung terbesar kedua di dunia, hanya kalah dari Great Buddha of Nara.
Di kawasan La Habana Vieja atau Old Havana, selain gedung-gedung yang menyimpan sejarah gerakan revolusi Kuba tahun 1959, seperti Plaza de la Revolucion, ada pula gedung buatan abad ke-16 hingga ke-20. Katedral de San Christobal yang dibangun pada abad ke-18 berdiri megah dengan anggun. Katedral ini dibangun oleh para Jesuit pada tahun 1748 dan didedikasikan untuk Santo Christobal.
Di samping Capitol Hill, terdapat sebuah hotel bernama Inglaterra. Hotel yang berarsitektur barok ini dibangun tahun 1875 dan merupakan hotel paling tua di Kuba. Dengan jendela-jendela kaca yang besar, mozaik warna-warni, dihias tulisan dan lambang Spanyol, serta detail ukir-ukiran yang rumit, hotel ini menjadi pilihan favorit pelancong yang menginginkan akses dekat ke pusat kota.
Selain inglaterra, Hotel Nacional de Cuba yang sangat bersejarah juga harus menjadi destinasi wajib Anda di Havana. Dibuka pada tahun 1930, Hotel Nacional menjadi tempat penginapan tokoh-tokoh politik terkenal, salah satunya Winston Churcill. Film The Godfather II pernah menjadikan hotel ini sebagai salah satu lokasi syutingnya. Interior hotel ini bagaikan istana tempo doeloe yang memanjakan mata kita.
Ketika sore hari menjelang, pastikan langkah Anda menuju El Morro Fotress, benteng terkenal yang menjadi tempat bersantai warga Havana di senja hari. Selain para pelancong, penduduk kota Havana juga menjadikan benteng ini tempat untuk berpiknik dan tempat menikmati mentari terbenam. Benteng kokoh nan indah ini dirancang oleh Juan Bautista Antonelli dan dibangun tahun 1589-1630 oleh para budak.
Inglaterra Hotel
Strukturnya yang langsung menghadap laut, dengan ceruk-ceruk tempat bersembunyi dan kamar-kamar untuk para tentara, merupakan tempat yang tepat untuk menghadapi serangan musuh. Pastikan juga Anda sempat menjelajahi pulau-pulau dan berbagai taman nasional, museum dan berbagai situs warisan dunia. Segala museum ada di sini, seperti Museum Cigar yang tidak boleh dilewatkan.
Di sini pengunjung dapat mempelajari sejarah tembakau, diajarkan seni pembuatan cerutu dan bahkan melihat koleksi terbesar cerutu berkualitas. Jika cerutu bukan hal menarik bagi Anda, mungkin Museo del Chocolate bisa menjadi pilihan. Meski sebenarnya tempat ini lebih mirip sebuah kafe daripada museum, namun coklat yang disuguhkan mampu membuat lidah Anda tak henti berdecap.
Jika cerutu dan coklat bukan pilihan Anda, masih ada Museo del Ron Havana Club, museum rum. Di sini Anda bisa menikmati rum terenak di dunia, Anda juga bisa mengetahui sejarah pembuatan rum dan bagaimana mengolah rum secara tradisional. Bacardi, salah satu jenis rum yang pertama diproduksi di dunia, pernah sangat populer di Kuba.
Jangan lupa untuk mampir ke Museo de Bellas Artes, museum yang didedikasikan untuk seni modern dan kontemporer Kuba maupun internasional. Jumlah koleksinya hampir 100.000 karya seni, baik dari seniman Kuba maupun dari Amerika Latin bahkan Eropa. Selain museum seni Kuba juga memiliki galeri seni Centro de Arte Contemporãneo Wilfredo Lam, yang didirikan oleh artis terkenal Kuba, Wilfredo Lam.
Plaza Vieja Havana, Kuba
Galeri ini berupa bangunan dari abad ke-18 yang konon pernah menjadi kediaman bangsawan Counts of Peñalver. Kuba juga memiliki sejarah sastra yang kaya dan menarik, penyair dunia Ernest Hemingway berasal dari sini. Para pecinta sastra dapat mengunjungi bekas rumahnya dan melihat dimana saja lokasi-lokasi tempat dia menulis karya-karya sastra populernya. Bar El Floridita yang terletak di La Habana Vieja adalah bar favorit Ernest, konon dia merayakan pernikahannya di bar tersebut.
Memang tingkat apresiasi seni di Kuba sangat tinggi, ini dikarenakan angka masyarakatnya yang melek huruf sangat fantastis, di atas 90%. Untuk sebuah negara yang memiliki mitos otoritarian, ternyata Kuba sangat memperhatikan pendidikan. Semua orang mendapat pendidikan secara gratis hingga tingkat doktoral. Inilah sebabnya mengapa pemimpin mereka, seperti Fidel dan Raul Castro sangat dipuja rakyatnya.
Nah, sudah adakah rencana Anda untuk berkunjung ke Negara Revolusioner ini? Bagi Anda yang berminat melancong ke sana, Havana bisa dicapai dengan penerbangan langsung dari Paris atau Amsterdam. Amerika Serikat masih menerapkan embargo ekonomi, maka penerbangan dari Amerika Utara hanya bisa dilakukan via kanada, Meksiko atau Kepulauan Bahama. Semoga Kuba menjadi lawatan yang tak terlupakan bagi Anda.








