Pilih-pilih Kayu Jati untuk Furnitur Rumah

Share on Facebook
Tweet on Twitter

PROPERTY INSIDE – Kayu jati merupakan salah kayu yang terbaik untuk digunakan sebagai bahan baku mebel atau bahan-bahan untuk produk dari kayu yang lain. Kayu jati (teak wood) banyak tumbuh di daerah asia dan merupakan produk kayu unggulan dari Indonesia.
Di Indonesia kayu jati juga banyak yang didapatkan dari hutan atau perkebunan rakyat yang ditanam oleh penduduk. Harga kayu jati yang mahal dan pembudidayaannya yang relatif mudah membuat kayu ini banyak ditanam.

Kayu jati tidak disukai oleh ulat atau serangga karena mengandung minyak didalamnya yang dikenal sebagai “teak oil”. Minyak ini membuat kayu jati menjadi awet. Semakin tua usia kayu jati, maka semakin banyak kandungan minyak di dalamnya dan semakin baik kualitasnya.

Kayu jati memiliki pola serat yang sangat menarik, dengan warna dasar coklat muda keemasan serta karakter serat yang sangat kuat, dengan tektur serat dan pori yang dalam. Semakin antik furnitur kayu jati harganya semakin mahal, furnitur kayu jati antik biasanya menjadi buruan bagi penggemar maupun kolektor furnitur.

Dengan sedikit finishing maka furnitur kayu jati tersebut akan terlihat lebih cantik jika disandingkan dengan jenis furnitur lain. Disamping keindahannya, furnitur kayu juga nyaman dan cocok untuk digunakan diberbagai ruangan di dalam rumah atau gedung. Inilah yang menyebabkan furniture kayu jati merajai pasar furniture dalam negeri dan luar negeri.

Selain pemilihan warna. Ada baiknya dalam memilih furniture kayu juga harus memperhatikan model dan ukurannya. Sesuaikan model dan bentuk ukurannya dengan bentuk dan ukuran ruangan. Hal ini untuk mengantisipasi ruang tampak lebih sempit dari aslinya disebabkan furniture yang sangat besar.

Kayu jati yang digunakan untuk membuat produk furnitur bagiamanapun juga harus kayu yang sudah kering. Penggunaan kayu yang masih basah akan menimbulkan masalah di kemudian hari seperti masalah kayu pecah, melengkung atau bahkan masalah jamur. Kayu yang sudah kering juga memiliki resiko yang lebih kecil untuk terkena masalah dari minyak kayu di dalamnya.

Secara umum mebel furnitur jati dibagi 3 grade, yaitu grade A, grade B dan grade C. Grade ini menentukan tahap harga jual mebel furniture jati. Furniture grade A dibentuk dari kayu jati yang paling berkualitas, dan usianya tua (hingga lebih 20 tahun). Kayunya terlihat amat kokoh, furniture dari kayu jati grade A banyak di ekspor ke luar negeri, sedangkan mebel furniture jati grade B dan grade C paling banyak di pasaran dalam negeri.

Sebelum memutuskan membeli suatu furnitur jati sebaikya kita melihat perbandingan harga, karena bisa jadi antar toko, galeri mebel furnitur yang satu dengan yang lain memiliki perbedaan harga yang signifikan.

Mebel furnitur yang cukup lama berada didalam toko kemungkinan besar karena tidak laku, berbeda dengan furnitur yang pre order, karena banyaknya pesanan dan terbatasnya pengrajin, biasanya mebel furniture jenis ini harganya lebih mahal, tentunya sesuai dengan kualitas.

Perawatan

Satu hal yang harus dicermati pecinta furnitur kayu adalah kecermatan dalam merawat furniture kayu tersebut. Jika kita salah dalam melakukan perawatan, bisa jadi furnitur kayu justru akan menjadi kusam dan lapuk, untuk itu perlu dirawat dengan baik agar tetap awet terjaga keindahannya dan bahkan dapat diwariskan secara turun temurun.

Dahulu masyarakat Jawa menggunakan ampas kelapa dan lilin lebah (bee wax) untuk menggosok atau memoles perabot kayu dan untuk melindungi kayu jati dari resapan air sehingga tidak mudah lapuk.

Kini dengan teknologi bahan pelapis, para pengajin kayu menggunakan bahan serlak gum yang dikenal dengan istilah plitur serlak, melamin, NC, dan terakhir teknologi bahan finishing kayu water based wood coating yang lebih aman sudah mulai banyak digunakan untuk melindungi dan meningkatkan keindahan furnitur jati.

Perawatan rutin merupakan hal mutlak yang harus dilakukan agar furnitur jati yang berharga tersebut tetap terjaga keindahannya dan tetap bernilai tinggi sepanjang masa. Masalah utama dari segala furnitur termasuk furnitur kayu adalah debu dan kotoran.

Beberapa alat dapat kita gunakan untuk membersihkan kotoran dan debu ini seperti vacuum cleaner mini yang dilengkapi sikat di ujungnya atau lap kering yang dapat kita beri sedikit minyak khusus pembersih kayu. Dan yang paling sederhana memakai kemoceng untuk setidaknya membersihkan debu dan kotoran ini.

Disamping debu atau kotoran, kita harus menghindarkan furnitur kayu dari tumpahan air, bahan cair seperti alkohol, atau bahkan makanan dan kosmetik. Sifat kayu yang dapat menyerap air dapat menyebabkan noda yang disebabkan oleh berbagai cairan dan makanan, sehingga akan sulit untuk dibersihkan.

Gunakan pembersih khusus untuk mebel furnitur jati yang banyak terdapat dipasaran, yang digunakan untuk menggosok dan atau mengkilatkan mebel furniture jati, cukup sebulan atau dua bulan sekali. Dengan perawatan yang benar, mebel furniture jati akan awet seperti baru walaupun telah dipakai selama 10 tahun atau 15 tahun.

Jika menyukai jati dengan warna alami, Anda dapat memoles mebel jati anda dengan minyak jati, biasanya untuk mebel di luar ruangan yang warnanya sudah memudar. Memoles ulang kembali furnitur antik, setidaknya 2 – 3 tahun sekali untuk membuatnya tetap menawan.

Tempatkan furnitur antik Anda di tempat yang memiliki suhu normal dan tidak lembab. Usahakan pula agar furniture tersebut tidak terkena sinar matahari atau sumber panas lainnya secara langsung, karena dapat membuat furniture Anda terlihat kusam, lapisan retak atau melengkung.

Bersihkan sela-sela ukiran atau sudut furniture jati kuas halus berukuran kecil. Di titik-titik inilah debu dan jamur sering bersarang. Kuas kecil akan menyapu sudut-sudut yang susah dijangkau dengan kain lap. Sapukan kuas dengan halus sampai bersih.

Setiap penanganannya juga harus dilakukan dengan hati-hati misalnya, cara memindahkan sebuah kursi antik harus diangkat dari bagian dudukannya, bukan digeser atau hanya dipegang bagian lengan atau sandarannya saja. Karena Anda tidak akan pernah tahu, apabila sambungan kursi tersebut tidak sekuat sebelumnya.

Permukaan mebel jati yang sudah dibersihkan dengan pledge harus dibersihkan dengan kain ball. Kemudian dibiarkan kering. Kain ball bisa dibeli di toko bangunan / material.
Bersihkan furniture jati antik anda dengan cara di atas paling tidak satu bulan sekali. Untuk pembersihan wood furniture harian, cukup sapu permukaan mebel atau meja kayu anda dengan kemoceng secara merata.

Gunakan pledge untuk membersihkan permukaan furniture indonesia. Semprotkan pledge ke permukaan mebel dan sela-sela furniture kayu. Semprotkan seperlunya. Jangan sampai berlebihan. Pledge bisa anda dapatkan di toko furniture atau pasaran.

Jagalah permukaan furniture dengan baik, menghindari adanya goresan, noda maupun warna yang semakin kusam, misalnya dengan selalu menggunakan taplak di atas permukaan meja atau kursi dan sofa diberi busa sebagai alasnya. Taplak tersebut dapat meminimalkan kemungkinan-kemungkinan yang dapat merusak mebel antik Anda secara perlahan.

Dengan perawatan rutin tersebut dijamin furniture jati anda baik yang minimalis maupun ukiran akan awet sepanjang masa sehingga menjadi perabot warisan keluarga.