PROPERTY INSIDE – Banyak pilihan konsep yang bisa kita aplikasikan dalam menata interior rumah. Konsep yang kita pilih memang memerlukan pertimbangan yang baik agar tidak salah dalam menerapkan dan menyesal di kemudian hari.
Konsep tersebut harus menjadi acuan penataan interior. Hal ini penting karena dapat membuat kita menjadi lebih nyaman berada di dalam rumah. Misalnya, kita memilih konsep alami atau natural, maka pilihan cat tembok dengan warna hijau sangat cocok diterapkan. Atau juga meletakkan vas berisi bunga di setiap sudut ruangan agar terpancar nuansa alami.

Bagi keluarga pemeluk Islam, tak ada salahnya menerapkan nuansa Islami pada interior agar nuansa sakral dan religius lebih terasa. Nuansa ini pun dapat diterapkan juga oleh siapa saja yang tertarik dengan keindahan seni Islam.
Berikut trik praktis menerapkan konsep nuansa interior Islami.

Perbanyak Furnitur Berornamen Khas Seni Islam
Salah satu ciri yang membedakan seni Islam dengan yang lainnya adalah bentuk ornamen yang khas. Oleh karena itu, perbanyak furnitur berbentuk atau berdesain gambar ornamen khas Islam. Misalnya, meletakkan karpet bergambar grafis ornamen tersebut pada sebagian besar lantai ruangan. Agar tidak monoton, tambahkan beberapa furnitur dengan bentuk atau desain gambar yang lain. Misalnya, meja berbentuk kotak.

Hiasi Interior dengan Tipografi Huruf Arab
Karena huruf Arab mencerminkan seni Islam, maka hiasi interior rumah dengan tipografi berbentuk huruf yang dibaca dari kanan tersebut. Misalnya, desain tipografi Bismillah atau Alhamdulillah. Kita pun dapat mengembangkan huruf Arab menjadi desain tipografi yang unik.
Gunakanlah piranti grafis seperti Photoshop atau CorelDraw untuk mendesain tipografi. Setelah desain tipografi dirasakan unik, maka dicetak lalu dipigurakan. Kemudian, kita simpan di tempat yang disukai atau memajangnya pada tembok.

Perbanyak Warna Hijau atau Cokelat
Dalam Islam, hijau menjadi warna yang memaknakan dan memancarkan keindahan surga. Oleh karena itu, kita dapat menambahkan warna ini pada bagian interior rumah. Misalnya, mengecat sebagian besar tembok dengan warna hijau atau pun memperbanyak beragam furnitur dengan warna yang sama. Warna ini bisa digunakan pada selimut, kursi, gorden, dan sebagian tembok.
Selain hijau, warna lainnya yang identik dengan keindahan seni Islam yaitu cokelat. Secara psikologis, warna ini mencerminkan nilai-nilai perjuangan. Perlu diketahui, perjuangan menjadi bagian dari sejarah penyebaran Islam. Sama halnya dengan warna hijau, perbanyak warna cokelat pada bagian interior.
Nuansa interior mesti kita perhatikan ketika akan menata bagian dalam rumah. Salah satu konsep nuansa interior yang dapat diterapkan adalah nuansa Islami. Trik praktis menerjemahkannya menjadi nuansa interior dibahas pada tulisan ini. Tentunya, masih banyak cara lain untuk menerjemahkannya. Yang terpenting, kita mesti memiliki “sense of art”.








