Sambut Asian Games, Pulau Bidadari Gaungkan “The Soul of Batavia”

Share on Facebook
Tweet on Twitter
source: pulauseributraveling.co.id

PROPERTY INSIDE – Mengusung tagline “The Soul of Batavia” Pulau Bidadari kini sedang melakukan pembenahan. Mulai dari penataan ulang penginapan serta embience, nantinya pulau resort ini kental dengan unsur budaya yang dipadukan dengan teknologi.

Infrastruktur yang mengimbangi kebutuhan dunia digital yang menjadi kebutuhan masyarakat terangkum dalam pulau ini. Unsur budaya yang akan diangkat nantinya melekat dengan budaya Jakarta yang kental dengan nuansa budaya Betawi yang dipadu dengan budaya yang mempengaruhi kebudayaan betawi.

Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, C. Paul Tehusijarana mengatakan, hadirnya nuansa baru di Pulau Bidadari dapat memberi nuansa nostalgia dengan kenangan Jakarta tempo dulu, namun tetap kekinian.

Baca juga: Beautiful Istanbul, Si Cantik Perpaduan Timur & Barat

“Pengunjung bisa merasakan pengalaman yang baru dan berbeda berlibur di pulau ini. Direncanakan revitalisasi ini akan diselesaikan pada ulang tahun Jakarta yang ke 491 tahun ini” ujar Paul dalam keterangan persnya, Kamis (19/04) di Jakarta.

Wajah baru Pulau Bidadari ini direncanakan akan tampil dalam pencanangan Pulau Seribu sebagai pulau berbasis budaya dan digital pada Sabtu (21/4) bersama Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Sandiaga Uno.

Pencanangan ini sekaligus sebagai tonggak awal revitalisasi wisata Pulau Seribu sekaligus menyambut HUT Jakarta dan perhelatan Asian Games 2018 mendatang. Pulau Bidadari sendiri adalah kawasan wisata bahari dan resort sejak tahun 1972 yang dikelola oleh PT Seabreez Indonesia, salah satu anak usaha PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.

Baca juga: Wow, Butuh 86 jam untuk Menjelajahi Mall ini

Selain nilai sejarahnya, pulau ini juga menawarkan wisata alam yang masih sangat alami. Berada diantara Pulau Onrust, Pulau Kelor dan Pulau Cipir, Pulau Bidadari memiliki sejarah yang menarik. Mulai dari menjadi tempat berlabuh sebelum mendarat ke Jakarta hingga menjadi benteng pertahanan Belanda dapat ditemui wisatawan penikmat sejarah.

Pada jaman penjajahan Belanda, tepatnya masa-masa kegiatan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), tempat ini dijadikan sebagai tempat penampungan bagi orang sakit. VOC pada abad ke-17 membangun sarana dan prasarana rumah sakit (lazaretto) sebagai penunjang untuk menyembuhkan para penderita yang terjangkit. Sebelum bernama Pulau Bidadari, pulau ini bernama Pulau Sakit.

Baca juga: Cayman Island, Surga Tax Haven & Pelancong

Seperti layaknya pulau-pulau lain di Kepulauan Seribu , Pulau Bidadari juga mempunyai nama Belanda yakni pulau Purmerend. Pulau Bidadari bersama dengan tiga pulau lainnya yakni Onrust, Cipir (De Kuiper) dan Kelor (Kerkhof), menjadi saksi sejarah penting sebagai tempat pertahanan, penyimpanan rempah-rempah dan menjadikan sebagai area pengawasan atau pertahanan.

Awal tahun 1970-an, PT Seabreez Indonesia, mengelola pulau ini untuk dijadikan sebagai resor wisata. Untuk menarik pengunjung, pulau ini berganti nama menjadi Pulau Bidadari. Pemberian nama Pulau Bidadari pada tahun 1970 memberi pesan tersendiri karena pulau ini menyajikan keindahan alam dan juga sejarah yang panjang.

1 COMMENT