PROPERTY INSIDE – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) secara resmi melaksanakan pembangunan rusun bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, ditandai dengan pelaksanaan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Rabu (16/5) kemarin.
Pada acara grounbreaking rusun MBR ini, Kementerian diwakili oleh Dirjen Penyediaan Perumahan M. Khalawi Abdul Hamid melakukan penyerahan Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSPS) kepada 18 Camat di Kabupaten Magelang, 3 Camat di Kota Magelang dan 15 Camat di Kabupaten Temanggung.
Baca juga: Groundbreaking, Apple Residence Sudah Terjual 50%
Selain meresmikan pembangunan rusun MBR di Magelang, di hari yang sama Kementerian PUPR yang juga melakukan groundbreaking Rusun mahasiswa di STKIP PGRI Tulungagung, Jawa Timur. Rusun 1 twin blok ini memiliki tiga lantai dengan 37 unit yang dapat menampung 148 orang.
Rusun dengan luas lahan 2944 m2, dibangun oleh kontraktor PT. Mitra Utama, dengan nilai kontrak Rp 7,07 miliar dengan masa pelaksanaan 240 hari. Rusun nantinya sudah dilengkapi air, listrik, dan meubelair, seperti tempat tidur, lemari, kursi dan meja belajar.
Baca juga: Teror Bom Tak Pengaruhi Sektor Properti
Pada hari sebelumnya, Selasa (15/5) Kementerian juga melakukan groundbreaking rusun Pondok Pesantren Hidayatullah di Kota Bontang, Kalimantan Timur. Rusun Ponpes Hidayatullah dibangun dengan tinggi 2 lantai, terdiri dari 4 barak kecil dan 4 barak besar, serta dapat menampung 144 santri.
Pelaksanaan pembangunan rusun-rusun ini merupakan komitmen Kementerian PUPR terus meningkatkan ketersediaan rumah bagi masyarakat sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi untuk mengejar kesenjangan backlog dengan “Program Sejuta Rumah”
Targetnya sebanyak 13.405 unit rusun yang diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), mahasiswa, santri, pekerja dan ASN/TNI/Polri dapat terbangun.








