PROPERTY INSIDE - Sukses memasarkan menara hunian pertama Collins Boulevard, PT Perintis Triniti Properti (Triniti Land) langsung memulai pembangunan konstruksi proyek mix used development tersebut.
Pembangunan konstruksi yang ditandai dengan peletakan batu pertama (ground breaking) pada 5 Agustus 2018 di lokasi proyek, Jalan Raya Serpong, Tangerang menunjukkan optimisme pengembang bahwa pasar hunian vertikal masih menarik.
Baca juga: Ginza, Business Loft Pertama di Kawasan Prospektif Timur Jakarta
“Kita sudah launching tower pertama sekitar 1000 unit dengan total penjualan mencapai 60%. Untuk tower kedua akan diluncurkan setelah penjualan mencapai sekitar 80% – 85%. Saat ini pembeli unit apartemen didominasi oleh end user,” ungkap Founder Triniti Land, Bong Chandra, usai seremoni ground breaking Collins Boulevard.
Bong juga menyebut Collins Boulevard menyasar segmen pasar end user, yang merupakan keluarga muda dan milenial. Segemen pasar ini, menurut Bong, adalah segmen pasar terbesar dan potensial, namun mereka kesulitan mengumpulkan uang muka dalam waktu singkat.
Baca juga: Minat Investasi Villa di Batam? Resort ini Bisa Jadi Pilihan
“Ketika keluarga muda dan milenial ini memutuskan menabung uang muka untuk membeli properti, saat DP-nya sudah cukup, properti yang diinginkan sudah habis atau harganya sudah naik. Jadi kita mencoba untuk solve the problem dengan program #PatunganDP,” kata Bong.
Program #PatunganDp adalah program uang muka 15% yang dibayarkan separuhnya atau 7,5% oleh developer. Sisa 7,5%-nya dibayar oleh pembeli dengan cara mencicil selama 6 bulan. Program ini khusus disiapkan Triniti Land untuk para calon pembeli Collins Boulevard.
Triniti land merancang proyek superblok tersebut dengan tiga menara apartemen, satu gedung perkantoran, hotel bintang 4 dan lifestyle plaza. Proyek ini juga memiliki lahan parkir yang cukup banyak hingga 2000 parking lots.
Baca juga: Hadirkan Solusi Properti Era Digital, Proyek ini Gabungkan Smart System & IoT
Collins Boulevard ini merupakan proyek kelima yang telah dikembangkan oleh Triniti Land. Sebelumnya Triniti telah mengembangkan 4 proyek di kawasan Alam Sutera dan Serpong, yakni Brooklyn, Springwood Residences, Yukata Suites dan The Smith. Keempatnya telah mengantongi penjualan lebih dari Rp 4 triliun.
President Director Triniti Land, Ishak Chandra mengatakan, bahwa mereka juga sedang mempersiapkan perusahaan untuk melantai ke bursa efek pada kuartal terakhir tahun ini. Intial public offering (IPO) ini dilakukan sebagai aksi korporasi untuk mempercepat pertumbuhan perusahaan melalui pendanaan publik.
Baca juga: Tahap Pertama Rampung, Apartemen Berkonsep Urban Resort Ini Siap Huni
“Step ke next level kita adalah dengan IPO. Untuk mempercepat pertumbuhan perusahaan, kita butuh dana tambahan, jadi itu salah satu alasan kita akan IPO. Jika tidak ada halangan, diusahakan pada kuartal terakhir antara bulan November – Desember,” ujar Ishak.
Selain itu, Ishak menambahkan, pihaknya juga melakukan beberapa langkah bisnis strategis, seperti meningkatkan pendapatan berulang (recurring income), meningkatkan manajemen perusahaan dan juga menjajaki peluang-peluang baru dengan partner bisnis.




