Thailand, Filipina, UEA & Vietnam Pasar Utama Investor Properti China

By 4 September 2018Property News

PROPERTY INSIDE – Program “Belt and Road” digagas pemerintah China pada 2013 demi memperkuat hubungan dengan negara-negara Asia di sekitarnya. Sejak itu, ada banyak aktivitas antara China dan negara-negara Asia lainnya dalam investasi properti.

Pada 31 Agustus 2018 lalu, Uoolu, perusahaan terkemuka untuk transaksi real estate lintasnegara di China, merilis “Laporan Data Investasi Properti Belt and Road di 10 Negara pada 2018″ (Uoolu 2018 Ten Countries on Belt and Road Property Investment Data Report).

Baca juga: “Bisnis Kapsul Hotel Bandara Tidak Menjanjikan”

Dalam laporan tersebut, Uoolu memilih delapan negara di Asia Tenggara dan dua negara di Timur Tengah sepanjang Belt and Road berdasarkan Cooperative Development Index guna menilai risiko investasi di wilayah yang termasuk dalam Belt and Road Initiative.

Sepuluh negara tersebut diberi peringkat berdasarkan kriteria yang berbeda seperti tingkat pertumbuhan harga perumahan dan rasio price-to-rent. Data ini menyoroti pasar properti yang signifikan dan dapat diakses di kawasan tersebut, serta demografi investor China.

Yang mengejutkan, investor utama di properti luar negeri berusia antara 30 hingga 49 tahun dan sebagian besar berasal dari industri baru. Sebanyak 31% investor yang berasal dari industri TI dan bisnis melalui Internet, cenderung terbuka pada teknologi seluler dan layanan baru.

Baca juga: Garap Proyek di Ancol, Crown Resmi Masuk Pasar Indonesia

Generasi baru yang sejahtera memiliki siklus pengambilan keputusan yang singkat. Sebanyak 43,56% dari investor China hanya perlu waktu seminggu untuk memutuskan berinvestasi properti, dan 67% menanamkan investasi senilai antara US$70.000 hingga $150.000.

Laporan tersebut juga mengungkap, Thailand, Filipina, Uni Emirat Arab, dan Vietnam adalah pasar utama saat ini yang paling banyak diperhatikan oleh investor China.

Share this news.

Leave a Reply