PROPERTY INSIDE – Saat banyak pengembang real esate berlomba menekan harga jual rumah kelas menengah dengan penghematan atau bahkan menurunkan kualitas, Farpoint mengambil langkah berani dengan menggandeng firma arsitek terkemuka andramatin Architect.
Menonjolkan estetika desain rumah, Farpoint mengembangkan kawasan hunian Samanea Hill seluas 25 ha di kawasan Parung Panjang. Farpoint dan Andra Matin mengelaborasi proyek ini dengan konsep hunian eco residence.
Baca juga: Animo Pasar Tinggi, CitraGarden City Tawarkan 2 Produk Baru
Andra Matin dipercaya merancang masterplan, area perumahan, komersial dan fasilitas sosial Samanea Hill dengan mengedepankan desain dan fitur-fitur inovatif di tiap unit rumah.
Pricipal andramatin Architect, Andra Matin dan President Director Samanea Hill, Haryanto Tiono (ki-ka).
Setiap unit dirancang dengan 5 fitur inovatif seperti; innercourt (taman dalam rumah), sirkulasi udara yang optimal, pencahayaan alami, hemat energi dan penyediaan ruang tumbuh.
President Director Samanea Hill, Haryanto Tiono mengatakan meski menyasar semua segmen pasar, namun target market potensial Samanea Hill adalah kalangan keluarga muda, millenial dan professional muda.
Baca juga: Trend Ruang Kantor Fleksibel Berkembang Pesat di Seluruh Asia
“Karena itu kami menerapkan konsep yang anti mainstream, konsep seperti ini sangat disukai pembeli millenial, mereka menyenangi hal-hal yang berbeda. Kami juga ingin menyampaikan pesan, rumah bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal, tapi juga ada nilai estetikanya,” jelas Haryanto saat jumpa media di marketing gallery Samanea Hill di kawasan Alam Sutera, Rabu (17/10).
Dirinya juga menjelaskan bahwa kawasan hunian ini sangat konsen terhadap lingkungan, dengan menyediakan 45 meter persegi area penghijauan untuk mengurangi polusi. Tidak hanya itu, unit-unit rumah yang dijual mulai harga Rp 400 jutaan ini juga menggunakan produk sanitary berkelas dari brand Toto.
Baca juga: Inilah 7 Proptech Company Potensial Asia Pasific, Salah Satunya dari Indonesia
“Jadi dengan harga yang terjangkau, mulai Rp 400 jutaan konsumen bisa memiliki rumah dengan desain arsitektur yang indah dan kualitas produk yang berkelas. Permintaan cukup tinggi, bahkan kami sudah ada backlog request setelah peluncuran klaster pertama Acacia yang telah terjual habis.”
Unit hunian Samanea Hill
Di kesempatan yang sama Andra Matin, founder firma arsitek andramatin yang telah berdiri sejak 20 tahun lalu ini mengaku sangat antusias bekerjasama dengan Farpoint untuk menyediakan hunian yang terjangkau bagi masyarakat.
Dirinya menyebut bahwa membangun affordable housing (hunian terjangkau) dengan tetap mengedepankan keindahan arsitektur bangunan merupakan tantangan tersendiri baginya.
“Sudah lama saya ingin menciptakan karya seperti ini, ingin membuat desain yang bagus, berkelas dan terjangkau. Tapi partner-nya siapa?”
Baca juga: Konsep, Lokasi dan Fasilitas Membuat Harga Rumah di Ibu Kota Tak Murah Lagi
“Saat Farpoint menawarkan project ini, saya melihat portfolio Farpoint, project-project mereka didesain oleh arsitek-arsitek yang saya kagumi. Maka saya yakin visi dan misi Farpoint ini sangat luar biasa,” ujar salah satu arsitek yang tercatat dalam Wallpaper Architecture Directory sebagai 101 Arsitek Dunia paling berkiprah.
Samanea Hill sendiri terdiri dari tiga klaster, dikembangkan dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah klaster Acacia yang terdiri dari 450 unit, terdiri dari rumah dengan tipe 36m2 dan luas lahan 72 m2, dengan dua pilihan unit, yaitu Deluxe dan Suite. Rencananya klaster kedua akan diluncurkan pada akhir semester I tahun depan.



