Indra Widjaja Antono: Properti Sedang Masuk Pit Stop

PROPERTY INSIDE“We have to make the consumer like a partner, not a king,” kata Wakil Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Tbk, (APLN) Indra Widjaja Antono saat menjawab pertanyaan www.PropertyInside.id mengapa brand perusahaan mereka begitu tertanam dalam benak publik.

Memang terbukti bahwa developer berjuluk “Raja Apartemen” ini selalu menjadi top of mind dalam beberapa kali survei internal media ini mengenai pengembang yang paling dikenal dan diingat oleh masyarakat.

Membangun produk dengan merk yang selalu diingat publik tentulah bukan hal mudah, menurut Indra, perlu pendekatan yang sangat humanis untuk membentuk brand yang kuat seperti ini. Sisi humanis inilah yang disentuh APLN kepada konsumen-konsumennya yang kemudian menjadi brand word of mouth.

Baca juga: Urban Jakarta Propertindo, TOD & Masa Depan Urban Development

“Ketika kita memperlakukan konsumen itu sebagai partner, mitra yang sejajar, maka otomatis tumbuh rasa saling percaya, partner lebih tinggi dari King. Dengan membangun kedekatan seperti ini, konsumen akan lebih terbuka, akan terjalin hubungan sosial yang manusiawi dan realistis,” kata Indra.

Berbincang dengan www.PropertyInside.id, Rabu (9/1), pria kelahiran Jakarta 48 tahun lalu ini menyebut, mengelola bisnis properti tidak bisa hanya dihitung dengan angka-angka, banyak hal yang tidak dapat diprediksi, tidak hitam dan putih.

“Di industri ini, banyak filsafat hidup yang bisa diterapkan,” kata dia.

“Seperti roda hidup, selalu berputar, begitu juga dengan properti ada pasang surutnya. Tinggal bagaimana kita jeli melihat momentum kapan harus masuk pit stop dan kapan mulai bergerak.”

Baca juga: Bagaimana Cara Blockchain Mengubah Wajah Bisnis Properti?

Menurut Indra, kondisi properti tanah air terkini layaknya arena balap Formula 1, sang pembalap sedang dalam posisi masuk pit stop,  beristirahat sejenak, mengisi bahan bakar untuk melaju lebih pesat lagi.

Secara umum, properti belum bergerak, namun untuk lokasi-lokasi tertentu yang masih di posisi blue ocean dan belum banyak pasokan, pengembang masih berpeluang mengembangkan proyeknya.

“Meski demikian, ini tidak hitam putih, tidak semua pengembang sedang masuk pit stop, ada sebagaian yang tetap berpacu. Tapi di tahun 2019 ini setelah April, setelah perhelatan Pemilu dan Pilpres, properti bakal kembali melesat.”

Bagi pengembang yang tidak masuk pit stop, lanjut Indra, selalu membidik pasar yang masih kosong, masih belum crowded dan masih berpeluang berkembang.

Neo SoHo @ Superblock Podomoro City

Baca juga: Jangan Remehkan Millenial Belum Punya Rumah

“Seperti kawasan Cimanggis misalnya, ini masih kosong, posisi saat ini bisa kita bilang sama seperti kawasan BSD 20 tahun lalu, perlahan terkoneksi dengan Alam Sutera, Gading Serpong. Begitu juga dengan Cimanggis, suatu saat terkoneksi dengan Cibubur, Cileungsi dan lainnya, ini akan sangat besar potensinya,” jelas Indra.

Sementara untuk wilayah Jakarta, menurut Indra, kawasan Jakarta Timur sangat berpeluang berkembang untuk produk properti residensial dan komersial.

“Banyak faktor yang membuat Jakarta Timur tertinggal di sektor properti dibanding 4 wilayah administratif lain, namun Jakarta Timur ini punya potensi besar.”

APLN sendiri memang sedang menggarap kawasan Cimanggis dengan proyek Podomoro Golf View. Sementara di Jakarta Timur sedang dalam tahap perencanaan pembangunan area superblok yang meliputi hunian dan komersial.

Baca juga: Catat..!! Proptech Menyediakan Marketing Tools, Bukan Meniadakan Agen Properti

Bahkan untuk Podomoro Golf View, APLN telah membuktikan potensi pertumbuhan kawasan ini. Terbukti bahwa tahun 2018, Podomoro Golf View memberi kontribusi terbesar dari marketing sales perusahaan bersama proyek Podomoro City Deli Medan.

Di tahun 2019 grup pengembang nasional ini masih terus melanjutkan pengembangan proyek-proyek eksisting yang telah berjalan, seperti Podomoro Golf View, Podomoro Park Bandung, Borneo Bay City Balikpapan, Podomoro City Deli Medan dan Grand Taruma Karawang.

Lebih lanjut Indra menjelaskan, tahun 2019 APLN beberapa proyek tersebut sudah mulai diserahterimakan kepada konsumen. Meski optimis properti akan terus bertumbuh di tahun 2019, APLN memposisikan target moderat untuk target penjualan mereka.

“Kami masih melihat timing, momentum dan opportunity di tahun ini,” pungkas Indra.

Share this article:

Leave a Reply