Villa Adriana, Arsitektur Agung Persembahan Kaisar Romawi untuk Sang Istri

PROPERTY INSIDE – Villa indah yang dibangun pada abad ke-2, oleh Kaisar Hadrian bisa dibilang adalah sebuah karya agung dalam arsitektur Romawi. Keindahannya tidak dapat dibandingkan dengan vila aristokratis lainnya, karena bukan hanya mengandung arti vila secara harfiah, melainkan mewujudkan konsep Ideal City (Kota Ideal).

Kompleks Villa Adriana ini juga merupakan contoh yang luar biasa dari peradaban bangsa Romawi, khususnya, multi etnis dan alam universal dari kebudayaan Romawi. Vila ini menggabungkan elemen-elemen terbaik dari karya arsitektur Mesir, Yunani, dan Romawi pada bentuknya yang ideal.

(doc: visittivoli.eu)

Baca juga: 5 Karya Megah Arsitektur Peradaban Kuno

Kompleks yang terdiri lebih dari 30 bangunan, menjadi karya arsitektur klasik yang luar biasa dari Italia. Terletak di Tivoli, dekat Kota Roma, dibangun Sang Kaisan untuk istrinya, Vivia Sabina. Setelah kematian Kaisar Hadrian pada tahun 138 M, penerusnya memilih menjadikan istana ini sebagai kediaman permanen, hingga tetap terawat sebari diperluas.

Villa ini merupakan symbol kekuasaan yang berangsur-angsur menjadi absolute dan membuat jarak dengan ibu kota utama. Untuk alasan ini, bisa dibandingkan dengan Istana Versailles, Perancis, milik Raja Louis XIV.

(doc: visittivoli.eu)

Vila Adriana kemudian dirampas oleh penyamun hingga tidak terawat lagi. Vila ini bahkan digunakan untuk rumah galian oleh para penambang dan pembakar kapur pada abad berikutnya.

Paus Pius II yang tertarik pada reruntuhan vila Adriana ini, kemudian merenovasinya pada abad ke-15. Alexander VI juga ikut merekonstruksi vila tersebut pada awal abad ke-16, sampai akhirnya Villa Adriana menjadi milik pemerintah Italia di tahun 1870.

(doc: visittivoli.eu)

Baca juga: 313 Tahun Menjadi Masjid Terbesar Dunia, Inilah Keindahan Arsitektur King’s Mosque

Kompleks Villa Adriana memiliki luas 120 hektar, dibangun di lereng Bukit Tiburtine dan terdiri dari beberapa bangunan yang sering dikelompokkan menjadi empat kelompok bangunan.

Pertama, Greek Theatre dan Temple of Aphrodite Cnidia. Kedua, Maritime TheatreCourt of the LibrariesLatin and Greek LibrariesImperial Palace, dan Golden Square. Ketiga, The PeccileStadium dan bangunan tempat berkumpul, Small and Larga Thermae, Canopus, Serapeum dan Cento Camerelle. Keempat, Lily Pond, Rocabruna Tower, dan Academy.

(doc: visittivoli.eu)

Kasiar Hadrian yang membangun kompleks ini adalah orang asli Romawi yang berbudaya Yunani, pencinta budaya timur, filsuf, penyair dan petualang, sehingga dirinya merupakan prototipe dari figur intelektual Eropa yang peduli pada nilai-nilai tradisional dan kebudayaan lokal.

Villa Adriana memiliki sejumlah fasilitas untuk umum dan pribadi. Ada pavilion, jalan setapak, ruang bawah tanah dan kolam air yang merupakan solusi paling inovatif dalam arsitektur Romawi. Itulah alasannya mengapa Villa Adriana terus-menerus menjadi sumber inspirasi bagi para sastrawan dan seniman.

Baca juga: Cakradana, Sang Arsitek Kerajaan Islam Banten Berdarah Tionghua

(doc: visittivoli.eu)

Tidak hanya itu, banyak artefak indah ditemukan di kawasan ini, di antaranya Patung Antonius dari marmer dan mozaik yang terdapat di teater dan pemandian. Ada salinan patung-patung Yunani yang ditemukan, bahkan dengan interpretasi bergaya Mesir terhadap dewa-dewa Romawi, atau sebaliknya.

Kebanyakan dari karya itu ada yang dibawa ke Roma untuk dirawat dan diperbaiki–bisa anda lihat di Musei Capitolini atau Musei Vaticani. Namun ada juga yang telah hilang atau terjual kepada kolektor barang antik di Eropa dan Amerika Utara.

Source: wacana.co

Share this article:

Leave a Reply