PROPERTY INSIDE – Dihadapan Presiden Joko Widodo dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono di acara peresmian rumah Persaudaraan Pencukur Rambut Garut (PPRG), Direktur Utama Bank BTN Maryono berkomitmen akan memperluas akses pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR).
“Mereka seperti PPRG adalah segemen masyarakat yang tak tersentuh perbankan. Mereka adalah masyarakat berpenghasilan rendah atau berpenghasilan tidak tetap,” ujar Maryono melalui keterangan pers yang diterima www.propertyinside.id.
Baca juga: Secuil Kisah Perumahan Pemangkas Rambut Yang Akan Diresmikan Jokowi
Menurutnya lagi, pada segmen ini BTN unggul karena berani membuka bekerjasama dengan institusi yang menaungi para pekerja sektor informal tersebut serta komunitas pekerja sektor informal.
Sebagai catatan, BTN membantu pemerintah menyalurkan KPR Subsidi lewat program kemitraan dengan swasta, seperti tukang ojek online yang dipayungi perusahaan seperti Grab dan Go-Jek, serta pengemudi taksi yaitu PT Blue Bird Tbk.
Baca juga: Berbasis Komunitas, Segmen Pasar Ini Jadi Bankable
Dan baru-baru ini Bank BTN juga membantu program pembangunan rumah swadaya bagi guru honorer dengan program ABCG (Akademisi, Business,Community and Government) yang dibundel dengan konsep KPR mikro.
Terkait PPRG Maryono melihat komitmen yang kuat dari para anggotanya untuk memiliki tempat tinggal dan mengembangkan bisnisnya hingga ingin membangun museum dan membuat wahana wisata di sekitar Garut.
“Jadi kami optimistis kemampuan ekonomi para pencukur rambut Garut pada umumnya dapat berkembang pesat sehingga dibutuhkan layanan jasa perbankan yang mumpuni,” imbuhnya.
Baca juga: Indra Widjaja Antono: Properti Sedang Masuk Pit Stop
Dengan rata-rata penghasilan kurang lebih Rp4 juta perbulan, para pencukur rambut tersebut berpeluang mendapatkan pembiayaan perumahan, khususnya KPR Subsidi.
Sesuai yang dijanjikan Pemerintah, bunga KPR Subsidi di tetapkan tetap sebesar 5% dengan uang muka minimal 1%. Selain bunga ringan, masyarakat juga diberi keringanan uang muka oleh Kementerian PUPR senilai Rp 4 juta.
“Alhasil, angsuran rumah yang akan dibayar debitur hanya sekitar Rp 800.000 dengan tenor KPR maksimal 20 tahun,” kata Maryono.
Baca juga: Iwan Sunito: Ekspansi Global Crown Group 2019, Rp 50 Triliun
Perumahan PPRG yang dibangun untuk anggotanyaberdiri di atas lahan seluas 5 hektar di desa Sukamukti, kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Pada tahap pertama akan didirikan sekitar 150 unit rumah tipe 30/60 dengan harga jual sekitar Rp 130 juta. Pembangunan rumah akan dilakukan secara bertahap seiring dengan perluasan lahan perumahan yang direncanakan hingga 10 hektar.
Baca juga: Benarkah Index Biaya Pembangunan LRT Dunia Hanya US$ 8 Juta/Km?
Bank BTN akan membantu proses administrasi bagi komunitas pencukur rambut sebagai debitur yang layak menerima program KPR Subsidi.
“Kami terbuka untuk kerjasama dengan pihak manapun, terutama yang menaungi ribuan pekerja informal yang igi punya rumah asalkan memenuhi sejumlah persyaratan yang berlaku di perbankan dan Kementerian PUPR,” imbuh Maryono.



