CP Wolff Schoemaker, Guru Teknik Sipil Bung Karno yang Insinyur Militer

PROPERTY INSIDE – Pria ini adalah salah satu dosen Bung Karno saat Sang Proklamator menimba ilmu di Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang Institut Teknologi Bandung). Ia adalah satu dari 3 arsitek ternama di Hindia Belanda, selain Albert Aalbers dan Henri Maclaine Pont.

Bergelar Proffesor, Charles Prosper Wolff Schoemaker yang berkebangsaan Belanda kelahiran Semarang 25 Juli 1882 ini banyak meninggalkan jejak sejarah arsitektur Indonesia, khususnya di Kota Kembang Bandung.

Baca juga: Antoni Gaudí, Sang Maestro Arsitek Modernisme Catalunya

Bangunan-bangunan bersejarah di Bandung yang merupakan hasil karyanya diantaranya, Gedung Asia Afrika, Villa Isola, Gereja Katedral, Gereja Bethel, Masjid Cipaganti dan Hotel Preanger.

Dari keindahan karya-karya Schoemaker terlihat jelas bahwa dirinya berupaya memadukan unsur budaya timur dan barat dalam desainnya. Budaya timur sangat terlihat dari bentuk atap yang dominan seperti rumah-rumah tradisional Indonesia dengan kemiringan yang tinggi.

Rektor ketujuh ITB ini pernah juga menjadi tentara KNIL dan pernah ditugaskan di Padang, Sumatera Barat. Tahun 1911, Schoemaker mengundurkan diri dari dinas militer dan mulai membuka perusahaan konstruksinya sendiri, “NV De Bouwploeg” di Weltevreden, Batavia.

Baca juga: Kisah Horor Dibalik Keindahan Arsitektur Rumah-rumah “Berhantu”

Pernah pula menjadi Direktur Pekerjaan Umum di Batavia, sebelum bergabung dengan Algemeen Ingenieur Architectenbureau, sebuah biro umum sipil dan arsitektur yang didirikan tiga serangkai  insinyur bangunan, Frans Johan Louwrens Ghijsels, Hein von Essen dan F. Stlitz.

Selama hidupnya, Schoemaker banyak melakukan penelitian ilmiah terhadap karya-karya arsitektur vernakular di Jawa. Dirinya juga pernah menimba ilmu arsitektur di Amerika Serikat dari Frank Lyoid Wright, salah satu arsitek ternama di dunia.

Sebelum menjadi guru besar tidak tetap di Technische Hoogeschool te Bandoeng tahun 1922-1924, Schoemaker sempat menggantikan adiknya Richard Leonard Arnold Schoemaker, yang juga seorang guru besar di institut yang sama.

Baca juga: Percaya atau Tidak? Arsitektur Menakjubkan ini Berada di Korea Utara

Keduanya sama-sama seorang insinyur teknik sipil, bedanya Richard memperdalam keahliannya dengan mengambil gelar Ingenieur dari jurusan bouwkunde ingenieur/ arsitektur di TH Delft.

Sedangkan dirinya cukup mengandalkan ilmu teknik sipil dari akademi militer Belanda, KMA Breda, jurusan zeni. Yang kemudian dikembangkan sendiri oleh Schoemaker secara otodidak.

Pada tanggal 16 Juni 1934-2 Agustus 1935 dirinya resmi menjabat Rektor Technische Hoogeschool te Bandoeng menggantikan Prof. Ir. H. C. P. de Vos. Selama 18 tahun dia mengabdikan dirinya di institut yang telah banyak melahirkan orang-orang besar di tanah air.

Schoemaker meninggal pada 1949 dan dimakamkan di Ereveld Pandu, Bandung.

Share this news.

Leave a Reply