Interview MI Meiko Handoyo: Optimis di 2019 dengan Produk Inovatif

By 23 February 2019In Depth

PROPERTY INSIDE – Salah satu developer papan atas yang agresif adalah PT Ciputra Residence (Ciputra Group), developer ini banyak mengembangnkan proyek skala kota diberbagai kota.

Ditanya soal prospek pasar 2019 M.I. Meiko Handoyo Lukmantara Senior Director PT Ciputra Residence mengaku optimis, karena potensi pasar cukup besar. Menurutnya developer dalam memasarkan produknya harus melakukan inovasi dan kreativitas. Berikut petikan wawancara dengan Meiko beberapa waktu lalu dengan Majalah Property Inside.

Bagaimana melihat pasar properti pada 2018 lalu, apakah ada perbedaan dengan tahun ini (2019)?

Kita patut bersyukur kondisi pasar properti tahun 2018 relatif lebih baik dibandingkan tahun 2017. Tahun 2018 pertumbuhan sektor properti menengah bawah meningkat signifikan. Juga ada pertumbuhan transaksi di secondary market sebagai akbibat koreksi harga pasar.

Ada pertumbuhan secara pasar secara unit. Sementara kami memperkirakan pertumbuhan pasar properti 2019 tidak jauh beda dengan 2018, masih berlanjut dengan segmen yang sama.

Segmen pasar menengah ke bawah, khusus rumah-rumah di harga affordable (terjangkau) masih mendominasi pasar dan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan di tahun 2018 dan 2019.

Kondisi ekonomi makro Indonesia berdasarkan data BI menunjukkan perbaikan sementara ekonomi global masih terus dibayangi dengan beberapa isu negatif seperti trade war US dan China.

Tahun ini ada hajatan politik (Pilpres), apakah berimbas pada bisnis properti?

Tahun 2019 adalah tahun politik menjelang Pilpres (pemilihan presiden) dan Pileg (pemilihan legislatif) para pelaku bisnis dan investor akan mengambil sikap sangat rasional berupa tindakan berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait dengan ekspansi usaha dan pengembangan investasi.

Namun di tengah koreksi harga secondary market, tidak sedikit end buyer yang memanfaatkan situasi. Kami optimis, selama stabilitas ekonomi, politik dan keamanan dapat terjaga seperti saat ini, maka pertumbuhan transaksi properti pada tahun ini masih akan terjaga.

Yang pasti, sektor properti, terutama properti kelas menengah atas tetap akan menjadi lokomotif bagi sektor lain (bisnis terkait yang mencapai lebih dari 160 industri). Terima kasih kepada pemerintah yang sudah mendorong cukup banyak pada konsumsi berupa keringanan uang muka (DP) di sektor kredit.  Masih terus ditunggu peran pemerintah daerah untuk mempermudah kelancaran perijinan.

Masih tinggi kebutuhan rumah yang belum terpenuhi atau backlog, khususnya di segmen menengah bawah merupakan peluang bagi para pengembang?

Dengan jumlah penduduk Indonesia yang saat ini sebesar 265 juta jiwa, data resmi backlog perumahan sekitar 11 juta unit rumah, namun kami yakin kekurangan pasokan rumah lebih dari itu. Ini merupakan peluang atau pasar potensial bagi para produsen perumahan.

Untuk itu, kami tetap akan menyediakan produk-produk hunian dan komersial pada semua segmen. Dan di tahun ini, PT Ciputra Residence berencana akan merilis 2 – 3 proyek baru di lokasi-lokasi strategis yang memang permintaannya cukup tinggi.

Banyak pihak menyatakan optimis pada tahun ini, terbukti produk baru banyak diluncurkan ke pasar. Bagaimana Anda melihatnya?

Ciputra Residence tetap optimis bahwa masih banyak peluang pasar di bisnis properti, mengingat masih tingginya backlog perumahan. Terbukti dari beberapa proyek baru yang kami rilis tahun lalu, seperti Mega Superblock CitraPlaza Nagoya Batam, CitraGarden Aneka Pontianak tahap 2 mendapat sambutan positif dari calon pembeli.

Tahun 2019 pemerintah masih menargetkan ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,3 persen yang lokomotifnya masih di sektor konsumsi. Data Bank Indonesia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2018 terutama didorong permintaan domestik.

Peran permintaan domestik yang besar banyak dipengaruhi konsumsi rumah tangga dan konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT).  Peningkatan konsumsi rumah tangga didorong oleh pendapatan masyarakat yang membaik, inflasi yang terkendali, dan tingkat keyakinan konsumen yang naik.

Permintaan domestik yang kuat juga dipengaruhi investasi yang masih tinggi. Kondisi positif akan mendorong masyarakat untuk tetap melakukan pembelian properti. Untuk dapat eksis di pasar, para pelaku pembangunan harus melakukan inovasi-dalam untuk mengembangkan produk yang lebih efisien tapi tetap mengutamakan kualitas.

Di samping itu, memberikan opsi-opsi dalam hal cara bayar yang menarik,  khususnya di segmen kaum milenial dan keluarga muda, yang sebagian terdapat kendala pada besaran uang muka (DP).

Apa startegi yang dilakukan oleh Ciputra Residence selaku developer terkait kondisi tahun ini, ada Pilpres?

Ciputra Residence yakin pertumbuhan marketing sales tetap dapat dijaga dengan mempererat  hubungan kerjasama lembaga perbankan. Saat ini bank yang kreatif dan agresif dalam meluncurkan program KPR yang berbasis growing income.

Hal ini sangat reponsif terhadap besarnya pasar milenial. Developer juga terus mengembangkan rumah atau unit properti yang lebih affordable, baik dari sisi ukuran dan harga maupun fasilitas untuk menyesuaikan dengan gaya hidup milenial atau keluarga muda.

Bisa dijelaskan evaluasi pertumbuhan Ciputra di tahun 2017 dan 2018 lalu?

Marketing sales  PT Ciputra Residence 2018 masih tumbuh sebesar 9 persen dibandingkan 2017. Hal ini dapat bercapai karena adanya dukungan kebijakan-kebijakan pemerintah pusat, di antaranya: Tax Amnesty, kelonggaran LTV, kemudahan perijinan, rendahnya suku bunga KPR, dan lain sebagainya.

Share this article:

Leave a Reply