PROPERTY INSIDE – Akhir bulan lalu Permata Mutiara Maja yang dikembangkan PT Bukitnusa Indahperkasa (BNIP) meluncurkan produk terbaru, cluster Ruby.
Peluncuran produk ini tak lain karena kebutuhan hunian di kawasan Maja, Banten cukup tinggi. Daniel Chandra, Direktur PT BNIP mengatakan, perumahan Permata Mutiara Maja dikembangkan sejak akhir 2015 dengan luas lahan 200 hektar.
“Saat ini sudah terbangun 50 hektar dengan rumah yang sudah terjual sebanyak 2.000 unit dan terbangun sebanyak 1.200 unit dan 35% sudah dihuni. Diproyeksikan pengembangan perumahan Permata Mutiara Maja akan selesai dalam waktur 5-6 tahun ke depan,” imbuh Daniel melalui keterangan pers.
Baca juga: Ruby, Produk Terbaru di Permata Mutiara Maja
Menurut Daniel, profil pembeli adalah pengguna KRL dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). “Mereka berasal dari Tanggerang, Serpong, Bintaro dan karyawan yang kantornya di dalam radius 5 kilometer dari setiap stasiun KRL. Pada umumnya, lebih banyak pasangan muda yg membeli di tempat kami,” kata Daniel.
Ia menambahkan, pergeseran tempat tinggal ini karena biaya hidup dan harga tanah di Jakarta dan kota satelit seperti Serpong sudah telampau mahal.
“Perumahan di Maja masih tergolong murah dengan harga terjangkau serta biaya hidup yang murah. Sebagai contoh harga tiket KRL rute Maja – Tanah Abang Rp6.000/trip dan Maja – Serpong Rp3.000/trip,” imbuhnya.
Baca juga: Maja Berpotensi Berkembang Sepesat Serpong
Tipe rumah yang ditawarkan di Permata Mutiara Maja cukup beragam, mulai dari rumah subsidi RSH – FLPP dipasarkan tipe 22/60 dengan harga yang ditetapkan pemerintah tahun 2018 yakni Rp130 juta.
Sementara RSH – Komersil dipasarkan tipe 22/60, 27/60, 30/60, 36/90, 27/72, 30/72, 36/95 seharga mulai dari Rp160 juta hingga Rp267 juta. Dipasarkan juga Ruko seharga Rp245 juta hingga Rp295 juta.
Dalam pengembangannya Permata Mutiara Maja memiliki beberapa keunggulan antara lain harga rumahnya terjangkau, dikembangkan dengan konsep modern, Integrated New Town, menerapkan sistem cluster dan dikelola dengan estate management system.
Baca juga: Crown Group Luncurkan Proyek Perdana di Melbourne
Lokasi Permata Mutiara Maja hanya berjarak sekitar 800 meter dari Stasiun Commuterline (KRL) Maja, terkoneksi dengan jalan utama yakni Jalan Raya Maja dan Jalan Raya Kopo – Maja.
Selain itu Permata Mutiara Maja berada di kawasan megapolitan Maja yang merupakan kawasan yang sedang berkembang pesat, khususnya karena Kota Maja merupakan salah satu bagian program pemerintah MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia).
Kawasan Maja akan menjadi sebuah Kota Baru Publik seluas 10.700 ha sebagaimana telah ditetapkan melalui Perpres No 2 Tahun 2015, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.
Baca juga: MRT Jakarta, Kerek Nilai Properti dan Kualitas Hidup Masyarakat
Perkembangan Kota Maja dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) menempatkan Stasiun Maja sebagai pusat transportasi utama.
Permata Mutiara Maja pada tahun 2019 menargetkan dapat meraih penjualan sebanyak 1.000 unit rumah subsidi dan 450 unit komersil. Target penjualan 2019, 30% lebih tinggi dari tahun 2018.
PT BNIP optimis target akan tercapai karena pasar rumah sederhana di kawasan Maja sangat tinggi dan daerah ini didukung Perpres No. 2 / 2015, Perpres No. 3 /2016 dan Permen PUPR No.13.1/PRT/M/2015.




