Dua Karya Anak Bangsa Masuk Nominasi Aga Khan Award 2019

PROPERTY INSIDE – Dua proyek arsitektur di Indonesia, terpilih menjadi nominasi bersama 18 proyek arsitektur lain dari berbagai belahan dunia dalam ajang Aga Khan Award for Architecture 2019. Keduanya adalah Taman Bima Microlibrary di Bandung, dan AM Residence di Jakarta.

Pengumuman salah satu penghargaan utama tertua di bidang arsitektur yang diberitakan Farrokh Derakhshani, Director of the Award, di Kazan, Rusia pada 25 April lalu. Farrokh menyebut bahwa penghargaan ini tidak hanya memandang keunggulan arsitektur saja, namun juga mencatat apakah proyek tersebut meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

“Taman Bima Microlibrary bertujuan untuk membantu memerangi tingkat melek huruf Indonesia yang rendah melalui serangkaian fasilitas membaca murah dan sadar lingkungan di desa-desa perkotaan dan pedesaan,” kata Farrokh.

Taman Bima Microlibrary

Baca juga: 4 Mahakarya Arsitektur Dunia di Kuba

Sementara untuk AM Residence dipilih dengan pertimbangan sebagai bangunan di pinggiran kota berhutan. AM Residence, yang dirancang oleh arsitek Andra Matin, terinspirasi oleh rumah panggung khas Indonesia yang memiliki ventilasi alami.

AM Residence dibangun dari bahan beton ekspos dan kayu ulin dari dermaga yang didaur ulang dan digunakan kembali. Dinding diminimalkan dan jendela dibuat sederhana untuk menghubungan interior ke eksterior.

AM Residence

AM Residence

Sedangkan Taman Bima Microlibrary yang dirancang SHAU Architects  adalah ruang prototipe untuk perpustakaan tinggi dan area tambahan penyimpanan buku. Struktur atas adalah baja dan beton, dengan fasad yang terbuat dari 2.000 ember es krim daur ulang, yang membantu cahaya di siang hari dan ventilasi silang.

Baca juga: Ini Daftar Universitas Terbaik Dunia untuk Studi Arsitektur Tahun 2019

AM Residence

AM Residence

Penghargaan Aga Khan didirikan oleh Aga Khan pada tahun 1977 untuk mengidentifikasi dan mendorong konsep bangunan yang berhasil mengatasi kebutuhan dan aspirasi masyarakat yang islami dalam jalur rancangan kontemporer.

Penghargaan ini mengakui keunggulan arsitektur dalam bidang desain kontemporer, perumahan sosial, peningkatan masyarakat dan pengembangan, pelestarian bersejarah, penggunaan kembali dan konservasi kawasan, serta desain lansekap dan perbaikan lingkungan. Sejak Penghargaan diluncurkan 42 tahun lalu, 116 proyek telah menerima penghargaan dan lebih dari 9.000 proyek pembangunan telah didokumentasikan.

Share this news.

Leave a Reply