Cool, Aplikasi ini Pastikan Semua Orang Bisa Beli Rumah

By 21 August 2019Mortgages

PROPERTY INSIDE – Perusahaan-perusahaan rintisan (start up) di sektor properti yang biasa disebut proptech memiliki peluang dan masa depan yang sangat bagus di Indonesia. Mengingat negara besar ini memiliki demografi penduduk yang besar.

Demografi yang besar ini didominasi oleh generasi milenial yang sudah barang tentu membutuhkan hunian sebagai tempat tinggal. Tapi maslahnya, ada kekhawatiran generasi milenial saat ini tidak mampu memiliki rumah.

Generasi dengan rentang usia 26 hingga 35 tahun ini terkendala dalam melakukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) lantaran down payment (DP) alias uang muka. Hal ini menjadi peluang tersendiri bagi perusahaan rintisan proptech yang jeli melihat permasalahan perumahan tapi sekaligus mencarikan solusinya.

Baca juga: Apa Itu PropTech?

Banyak konsumen yang mengaku putus asa lantaran tidak sanggup menyediakan dana besar di awal pembelian rumah. Ditambah, ribetnya proses pengajuan kredit. Ironisnya kenaikan harga rumah lebih cepat ketimbang peningkatan penghasilan mereka.

Berawal dari niat mencari solusi bagi permasalahan klasik ini, duo sekawan Victor Kwan dan Glenn Haryanto mendirikan perusahaan rintisan, TapHomes. Proptech ini jeli membidik kebutuhan pasar yang sangat besar di industri real estate ini.

Victor Kwan, Co Founder TapHomes, mengatakan bahwa mengumpulkan uang muka ini adalah hal yang sulit bagi pembeli rumah pertama. Kini konsumen tidak perlu lagi menunggu lama untuk menabung DP dengan adanya solusi talangan DP dari TapHomes.

co founder TapHomes

Duo sekawan pendiri aplikasi TapHomes, Victor Kwan dan Glenn Haryanto.

Baca juga:  Millennial, Gampang Penuhi Kebutuhan Narsisme Tapi Sulit Beli Rumah

“Kenaikan harga rumah meningkat pesat setiap tahunnya, dan kenaikan ini tidak seimbang dengan kenaikan gaji atau pendapatan konsumen. Tentu saja kondisi ini membuat konsumen semakin sulit untuk mengumpulkan DP, dan kami memberikan solusinya” jelas Victor.

Caranya, lanjut Victor, pembeli cukup memilih rumah yang ingin dibeli lalu menyiapkan uang muka sebesar 2% dari nilai rumah, lalu TapHomes melunasi pembelian rumah tersebut. Selanjutnya pembeli bisa langsung menempati rumah tersebut serta mulai membayar cicilan bulanan sesuai kesepakatan selama kurun waktu 3 tahun.

Selama 3 tahun itu, pembayaran bulanan terkonversi sebagai tabungan uang muka konsumen untuk kemudian diajukan KPR-nya ke perbankan. Sementara konsumen menabung DP, dalam 3 tahun nilai properti akan terus naik.

Baca juga: Begini Strategi Developer Garap Pasar Millenial

“TapHomes hadir untuk menjadi jembatan bagi para debitur untuk dapat menabung atau mengumpulkan DP agar mereka nantinya dapat mengajukan mortgage loan perbankan,” jelas Glenn Haryanto, Founder TapHomes Indonesia kepada PropertyInside, Selasa (20/8) lalu.

Lebih lanjut Glenn menjelaskan, TapHomes menyediakan fasilitas talangan Dp untuk rumah-rumah menengah mulai harga Rp 500 juta hingga Rp 3 miliar. Fasilitas ini mencakup rumah primary maupun rumah secondary.

“Misi kami adalah memastikan semua orang bisa memiliki rumah, karena memiliki rumah adalah hak semua orang yang tidak perlu dipertanyakan lagi. Dan kami ingin membuat proses kepemilikan itu menyenangkan bagi semua orang,”kata Glenn.

Share this news.

Leave a Reply