PROPERTY INSIDE – Trump Organization, perusahaan milik Presiden Amerika Donald Trump berencana menjual Trump International Hotel, hotel milik mereka di Washington terkait banyaknya tuduhan yang menyebut hotel ini mengambil keuntungan dari jabatan kepresidenan Trump.
Selama hampir tiga tahun hotel ini dituduh terkait masalah etika dan tuntutan hukum karena konflik kepentingan. Trump Organiztion, Jumat (25/10) akhir pekan lalu mengatakan akan mempertimbangkan tawaran untuk untuk menjualnya demi menghindari kritik.
Trump International Hotel, yang dibuka pada akhir 2016 tepat sebelum Trump terpilih, telah menjadi magnet bagi pelobi dan diplomat yang ingin mendapatkan dukungan dari pemerintah. Executive Vice Presiden Trump Organization, Eric Trump mengatakan sejak pertama diresmikan minat pulik sangat luar biasa.
Baca juga: Kerjasama Dengan Trump, Saham MNC Land Naik Signifikan
“Orang-orang berkeberatan kepada kami untuk menghasilkan begitu banyak uang di hotel dan oleh karena itu kami mungkin bersedia untuk menjual,” kata Eric Trump.
“Sejak kami membuka pintu, kami telah menerima minat yang luar biasa pada hotel ini dan sebagai pengembang real estat, kami selalu bersedia untuk mengeksplorasi pilihan kami,” lanjutnya seperti dilansir TIME.
Hotel mewah yang dibangun di Kantor Pos Lama di ujung jalan dari Gedung Putih telah menyelenggarakan pesta-pesta yang melibatkan para diplomat dari Filipina, Kuwait, dan negara-negara lain.
Menurut laporan keuangan terbaru Trump Organization, hotel dengan 263 kamar itu menerima pendapatan $ 41 juta tahun lalu, naik kurang dari setengah juta dolar dari tahun sebelumnya.
Hotel ini juga menjadi mesin uang terbesar di kerajaan real estat milik Trump itu. Hal itu menjadi perhatian publik dan tuntutan hukum yang menuduh Trump melanggar klausul emolument dari Konstitusi AS, yang melarang presiden menerima hadiah atau pembayaran dari pemerintah asing.
Baca juga: Kontroversi Proyek Properti Donald Trump Di Indonesia
Namun Kathleen Clark, pakar etika pemerintah dan pengkritik Trump, mengatakan gagasan menjual hotel untuk menghindari konflik adalah omong kosong. Trump Organization mungkin menjual sekarang karena khawatir laba akan turun jika tidak terpilih lagi menjadi presiden.
“Tidak ada alasan untuk berpikir bahwa anggota Partai Republik atau asosiasi perdagangan yang ingin menjalin hubungan dengan presiden berikutnya akan memilih hotel ini,” kata Clark, yang juga seorang profesor hukum di Universitas Washington di St. Louis.
Trump Organization mengatakan telah menyewa perusahaan konsultan real estat Jones Lang LaSalle untuk mempertimbangkan penawaran.




