Transportasi Perkotaan, Menhub: Smart, Integrated dan Sustainable

By 4 November 2019News

PROPERTY INSIDE – Salah satu fokus pemerintahan Joko Widodo dalam periode keduanya adalah pengembangan infrastruktur dan juga transportasi modern. Seperti pengembangan sistem transportasi dengan konsep konekvitas di perkotaan terus dibenahi.

Konsep Smart City dan Smart Mobility menjadi salah satu konsep yang baik untuk diterapkan karena dapat mengefisienkan perjalanan masyarakat perkotaan dengan mengutamakan penggunaan angkutan massal yang pintar, terintegrasi, dan berkelanjutan. Hal ini diungkapkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat memberikan kuliah umum orasi ilmiah tentang Smart City Smart Mobility di Universitas Asyiyah, Yogyakarta pada Minggu (3/11).

Baca juga: Jalan Tol Trans Jawa, Ekonomi Jawa Timur Akan Menggeliat

“Sistem transportasi di kawasan perkotaan harus Smart, Integrated serta Sustainable sehingga meminimalkan perjalanan masyarakat, serta membuat angkutan umum menjadi pilihan utama dalam berpergian dan mesti aksesibel untuk segala kelompok masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pada tahun 2045 jumlah penduduk Indonesia yang tinggal di perkotaan diprediksi akan menyentuh angka 70%. Terkait hal itu Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut pesatnya pertumbuhan penduduk di perkotaan harus diikuti dengan perbaikan kota serta sistem transportasinya.

Menteri Budi menambahkan, sekarang yang terjadi masyarakat di kawasan perkotaan cenderung lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dibanding angkutan massal. Akibatnya muncul beberapa permasalahan seperti kemacetan dan polusi udara.\

Baca juga: MRT Jakarta, Mutakhirkan Aplikasi Berbasis Telepon Pintar

“Untuk itu, perbaikan sistem transportasi perlu dilakukan untuk meningkatkan tingkat layak hidup masyarakat, perekonomian dan juga kualitas lingkungan di kawasan perkotaan. Hal itu bisa terwujud melalui konsep Smart City dan Smart Mobility,” ungkap Menhub.

Menhub mengatakan bahwa Kemenhub terus berupaya untuk mengintensifkan pengembangan angkutan massal di kawasan perkotaan seperti LRT, MRT, Kereta Komuter, dan BRT.

Tujuannya untuk meningkatkan presentase penggunaan moda angkutan massal menjadi 60 hingga 80 persen dari total seluruh penggunaan kendaraan untuk bertransportasi, seperti halnya di Singapura, Jepang dan kota-kota lainnya kota yang sudah lebih maju.

Baca juga: Digital Branding Adalah Kunci Jualan Properti

Dijelaskan lebih lanjut oleh Menhub, Smart City merupakan kawasan perkotaan yang telah mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam tata kelola sehari-hari dengan tujuan mempertinggi efisiensi, memperbaiki pelayanan publik dan meningkatkan kesejahteraan warga.

Sedangkan Smart Mobility sebuah sistem transportasi yang memungkinkan masyarakat untuk bergerak seminimal dan secepat mungkin dengan hambatan yang rendah untuk mencapai kebutuhannya.

“Konsep tersebut menggabungkan sistem transportasi yang smart, integrated, dan sustainable yang dapat membuat angkutan umum massal dan angkutan yang ramah lingkungan menjadi pilihan utama,” jelas Menhub.

Share this news.

Leave a Reply