Layanan Pertanahan, Kementerian ATR/BPN Akan Digitalkan Pelayanan

By 12 December 2019Property News

PROPERTY INSIDE – Kementerian Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus melakukan sejumlah perbaikan yang akan diterapkan di kementerian tersebut, salah satunya mengenai pelayanan publik di Kantor Pertanahan.

Sofyan A. Djalil, Menteri ATR/BPN pun banyak melakukan terobosan, salah satunya rencana yang akan dilakukan adalah membuka pelayanan digital. Ide ini menurutnya berawal dari pandangan matanya yang melihat dibeberapa Kantor Pertanahan selalu ramai.

“Mulai dari orang yang jual beli tanah, sertipikat hilang, ada yang tidak tahu tanahnya di mana dan bertanya ke BPN, ada permohonan Hak Tanggungan sampai sengketa waris pun lapornya ke BPN. Kalau semua harus ke Kantor Pertanahan maka tidak cukup waktunya. Untuk itu kita akan buka layanan digital,” imbuhnya.

Baca juga: Rumah Subsidi, Apersi: Pemerintah Harus Kreatif Kembangkan Skema Pembiayaan

Dengan layanan digital ini, menurut Sofyan A. Djalil, akan memudahkan masyarakat, sehingga tidak perlu datang ke Kantor Pertanahan. Saat ini sudah diterapkan untuk 4 layanan Hak Tanggungan Elektronik di 42 Kantor Pertanahan.

Sofyan mengaku hasilnya bagus, ini akan ditambah lagi sampai seluruh Kantor Pertanahan di Indonesia dapat menerapkan pelayanan digital. “Roadmap kami pada tahun 2024 layanan BPN sudah berbasis IT sehingga bisa menjadi kantor berkelas dunia,” tegasnya.

Baca juga: Perkuat Bisnis, BTN Meracik Pembiayaan KPR

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa perubahan ke arah digital ini ternyata mendapat sambutan baik dari masyarakat. Hasil survei Indeks Kepuasan Masyarakat dari BPS menunjukkan hasil yang baik.

Tak hanya pelayanan publik, Sofyan A. Djalil juga menargetkan seluruh tanah di Indonesia terdaftar pada 2025. Bukan cuma soal tanah, bahkan seluruh kepemilikan sawah pun akan dicatat seluruhnya.

Baca juga: Transportasi Publik, MRT Jakarta Dan KAI Bentuk Perusahaan Patungan

“Kementerian ATR/BPN terus memperbaiki diri, terus meningkatkan pelayanan. Kita mempunyai rencana jangka panjang terukur, tahun 2025 seluruh tanah terdaftar,” jelasnya.

Semenetara Sekretaris Jenderal Himawan Arief Sugoto mengatakan bahwa Kementerian ATR/BPN memiliki target yang ambisius, yaitu akan mendaftarkan seluruh tanah di Indonesia pada tahun 2025.

Target itu mungkin diwujudkan jika melihat tren target yang diberikan terus terlampaui. Untuk itu, lanjut Himawan, jika seluruh tanah sudah terdaftar maka Kementerian ATR/BPN memiliki Big Data.

Share this news.

Leave a Reply