PROPERTY INSIDE – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. kembali menggelar Indonesia Property Expo (IPEX) pada tanggal 15 Februari hingga 23 Februari 2020 mendatang.
Pada IPEX ke 20 yang digelar di JCC, Jakarta Pusat tersebut, Bank BTN menargetkan dapat meraup ijin Prinsip KPR baik subsidi maupun non subsidi sebesar Rp 3 triliun dengan target booked sebesar Rp 1 triliun.
IPEX yang diramaikan oleh 105 pengembang. Pengembang tersebut menawarkan setidaknya ± 650 proyek hunian, mulai dari hunian tapak, vertikal dengan desain minimalis dan modern berlokasi strategis. Seperti di kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang tersebar di Jabodetabek yang saat ini sedang digandrungi generasi milenial.
Selain hunian yang sesuai dengan selera konsumen saat ini, Bank BTN juga menawarkan beragam promosi menarik diantaranya suku bunga KPR mulai dari 5,70% fixed rate selama 1 Tahun (subsidi bunga dari pengembang pilihan).
Kemudian bebas biaya provisi, bebas biaya administrasi, bebas biaya appraisal dan discount asuransi jiwa 20 persen serta cashback tabungan hingga Rp 700.000 sesuai dengan plafond kredit yang diberikan.
Direktur Utama Bank BTN, Pahala N. Mansury usai acara Pembukaan IPEX di Jakarta, Sabtu (15/20) mengatakan, tahun ini adalah tahun yang tepat untuk membeli properti karena banyak faktor yang membuat investasi pada properti ini menarik pada saat era suku bunga murah berlangsung.
“Selain itu uang muka juga semakin terjangkau setelah aturan relaksasi Loan To Value (LTV) mulai berlaku Desember lalu dan variasi hunian yang strategis terutama di wilayah Jabodetabek semakin banyak karena sarana dan prasarana transportasi yang sudah jadi seperti LRT, MRT,” imbuhnya.
Pada pembukaan IPEX yang dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Prof Dr. Kyai Haji Ma’ruf Amin tersebut, Pahala juga memaparkan mengenai tantangan dan peluang properti tahun 2020.
Tahun 2019 diakui Pahala sebagai tahun yang tidak mudah bagi sektor properti, karena penjualan properti mengalami penurunan. Berdasarkan survey Bank Indonesia, Penjualan Properti Residensial Triwulan IV/2019 turun 16,33%(q to q).
Secara triwulanan dibandingkan triwulan III /2019 yang masih tumbuh 16,18%. Pahala menambahkan bahwa terjadi penurunan penjualan perumahan pun terjadi secara merata baik rumah tipe kecil,menengah ataupun besar.
Sementara itu, sektor properti pada tahun 2020, kata Pahala akan menjadi penuh tantangan karena ancaman resesi akibat kondisi geopolitik yang memanas.
Dan yang terbaru adalah mewabahnya virus Corona di Tiongkok yang diperkirakan melumpuhkan kekuatan ekonomi China akan ikut berdampak ke negara Asia lainnya dan juga Indonesia.




