PROPERTY INSIDE – Perbankan penyalur rumah subsidi untuk msyarakat berpenghasilan rendah (MBR) berharap Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) dapat melakukan penyesuaian jadwal evaluasi terhadap bank pelaksana mengingat kondisi pandemi Covid 19 yang terjadi saat ini.
Pemimpin Kelompok Divisi Penjualan Konsumer BNI, Dewi Julianti menyatakan, dengan kondisi pandemi covid 19 ini kami lebih selektif lagi dalam menerima calon debitur fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). “Kami mengutamakan MBR dengan penghasilan yang tidak terkena dampak covid 19,” imbuhnya.
Baca juga:
Sementara itu Head of Subsidized Mortgage Lending Division BTN, Mochamad Yut Penta mengusulkan agar indikator penilaian pencapaian target diharapkan dapat disesuaikan dengan realisasi yang ada di Bank.
Walaupun pandemi Covid 19 masih melanda tanah air, namun 5 Bank ini masih tetap optimis dalam menjalankan penyaluran dana FLPP.
“Kami tetap optimis target akan tercapai. Kami berharap Kementerian PUPR segera menerbitkan ketentuan relaksasi terkait Covid 19 agar Bank Pelaksana dapat menentukan strategi ke depannya,” ujar Yut Penta.
Baca juga: Pandemi Ini Adalah Jeda Bumi Untuk Memulihkan Alam
Selain itu pengembang perumahan khusus rumah subsidi yang tergabung dalam berbagai asosiasi seperti REI, Apersi, Himpera berharap adanya penambahan kuota bagi bank pelaksana.
Selain itu adanya program migrasi dari bank pelaksana jika FLPP habis otomatis akan disalurkan ke Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). Serta adanya relaksasi bagi pengembang terkait dengan pandemi covid 19.
Berdasarkan realisasi FLPP Rabu (29/4), BTN menyalurkan dana FLPP tertinggi sebanyak 26.154 unit, disusul oleh BNI sebanyak 4.120 unit, BTN Syariah sebanyak 2.484 unit, BRI Syariah sebanyak 1.712 unit, BJB sebanyak 1.345 unit dan disusul Artha Graha sebanyak 911 unit.
Baca juga: Lewat Program Padat Karya Tunai, KemenPUPR Bedah 3500 Rumah Di Sulbar
Saat ini PPDPP per 29 April 2020 pukul 13.54 WIB telah menyalurkan dana FLPP kepada masyarakat berpenghasilan rendah sebanyak 42.236 unit senilai Rp4,258 triliun. Sehingga total penyaluran dana FLPP dari tahun 2010 – 2020 sebanyak 696.604 unit senilai Rp48,498 triliun.
Data Sistem KPR Subsidi (SiKasep) memperlihatkan bahwa data yang sedang dalam proses verifikasi bank sebank 56.461 calon debitur dengan jumlah yang mengakses aplikasi ini sebanyak 169.614 calon debitur dan baru 53.614 calon debitur yang dinyatakan lolos subsidi checking.




