Lewat Program Padat Karya Tunai, KemenPUPR Bedah 3500 Rumah di Sulbar

By 29 April 2020Info PUPR

PROPERTY INSIDE – Guna mempertahankan daya beli masyarakat dan mengurangi angka pengangguran akibat Pandemi COVID-19, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menggerakkan program Padat Karya Tunai (PKT).

Salah satu program PKT ini adalah program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau dikenal dengan bedah rumah. Di Provinsi Sulawesi Barat sebanyak 3.500 unit rumah dibedah yang terbagi dalam 2 tahap, yakni tahap 1 sebanyak 2.500 unit dan tahap dua sebanyak 1.000 unit.

Program BSPS bertujuan untuk meningkatkan kualitas hunian dilakukan dengan memperhatikan syarat rumah layak huni yakni keselamatan bangunan dengan peningkatan kualitas konstruksi bangunan.

Baca juga: Pencegahan Covid-19 Di Jabar, Rusun Unsil Tasikmalaya Jadi Tempat Karantina

Selain juga guna memenuhi standar kesehatan penghuni dengan pemenuhan standar kecukupan cahaya dan sirkulasi udara serta ketersediaan MCK dan kecukupan minimum luas bangunan dengan pemenuhan standar ruang gerak minimum per orang.

“Hal ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah bagi masyarakat yang membutuhkan rumah, sekaligus mengurangi angka pengangguran di daerah-daerah. Tentunya kami berharap dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan dengan memiliki rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono seperti dilansir dari laman resmi Kementerian PUPR Rabu (29/04).

Pada tahap pertama, BSPS Provinsi Sulbar tersebar di sejumlah lokasi seperti Kabupaten Mamuju sebanyak 350 unit, Mamasa 300 unit, Mamuju Tengah 500 unit, Pasangkayu 450 unit, Polewali Mandar 300 unit, dan Majene 600 unit.

Baca juga: Efek Covid 19, Pengembang Berharap Stimulus

Total anggaran untuk Program BSPS tahap pertama di Provinsi Sulbar sebesar Rp 43,75 miliar dan untuk tahap kedua sebesar Rp 17,5 miliar untuk 1.000 unit rumah.

Saat ini ada sejumlah kegiatan yang sudah berjalan di lapangan seperti sosialisasi pelaksanaan program BSPS di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene. Sementara untuk kabupaten lain seperti Kabupaten Pasangkayu, Mamuju Tengah, Mamasa, dan Polewali Mandar sedang dalam tahap persiapan pekerjaan fisik.

Baca juga: Hadapi Corona, Pemerintah Bantu DP & Bayar Selisih Bunga KPR Subsidi

Selama masa Pandemi COVID-19, pelaksanaan progran tetap dikerjakan dengan memperhatikan Protokol Kesehatan COVID-19 misalnya mengurangi jumlah orang dalam pelaksanaan rembug warga, Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) selalu menggunakan masker saat mendampingi masyarakat penerima bantuan, dan penyediaan hand sanitizer di lapangan.

Pelaksanaan program BSPS mengacu pada Petunjuk Teknis (Juknis) yang sudah dikeluarkan oleh Kementerian PUPR terkait protokol pelaksanaan kegiatan BSPS pada masa pandemi COVID-19.

Share this news.

Leave a Reply