PROPERTY INSIDE – Dua bulan lebih, wabah Covid-19 menerpa Indonesia dan hingga kini belum ada kepastian kapan akan selesai. Dan efeknya pun telah menurunkan jumlah transaksi properti di Tanah Air. Tak hanya properti primer yang terkena dampaknya.
Properti sekunder yang dipasarkan oleh broker atau agen properti juga ikut kena imbasnya. Nurul Yaqin, Direktur Benhook Property menyatakan, kita harus bersiap menghadapi babak baru dalam pemasaran properti.
Baca juga: Ekonomi Lesu, REI: Pemerintah Harus Gerakan Industri Properti
Ia menambahkan, masalah ini sudah terjadi dan sedang diselesaikan oleh pemerintah dan juga dukungan kita bersama dengan mengikuti aturan yang ada. Agar bisnis tetap berjalan, Nurul berkeyakinan sudah seharusnya agen properti tetap memaksimalkan potensi yang ada karena tetap ada peluang.
“Tapi yang juga harus kita siapkan adalah bagaimana kita beradaptasi saat ini agar bisnis tetap berjalan. Kita jangan shock terhadap keadaan saat ini,” imbuhnya melalu kanal youtube.
Menurutnya lagi, bagaimana cara menyikapi agar usaha atau bisnis tetap berjalan. Memaksimalkan jualan secara digital dan juga melalui sosial media adalah beberapa jalan agar bisnis tetap berjalan.
Baca juga: Hadapi Corona, Pengembang Harus Terapkan Strategi Digital Marketing
“Kuncinya, kita harus bisa beradaptasi dengan keadaan. Sehingga kita bisa menyikapi keadaan dan permasalahan yang ada saat ini dan bisa mengambil langkah-langkah yang tepat,” jelas Nurul Yaqin yang menegaskan bahwa dengan beradaptasi maka kita bisa menyikapi kondisi saat ini.
“Selain itu kita harus punya take position dengan tidak menjiplak apa yang dilakukan orang lain. Dengan kekuatan yang ada, skill, naluri maka akan jadi kekuatan. Jadi saatnya action jangan hanya mendengarkan teori,” tegas Nuru Yaqin.









