PROPERTY INSIDE – Marshall Blecher, seorang arsitek dari Australia bersama Studio Fokstrot, merancang proyek taman terapung di Kopenhagen, Denmark. Proyek nirlaba ini bukan taman biasa, tapi sebuah jaringan taman yang mengapung di atas air.
Taman terapung nantinya berwujud pulau-pulau yang membentuk jaringan taman terapung kecil. Strukturnya dibuat dari bahan-bahan alami dan bahan daur ulang secara berkelanjutan. Lokasinya dekat dengan pelabuhan kota.
“Taman ini memberikan ruang hijau yang unik bagi pengunjung di pelabuhan sungai,” sebut sumber dari Studio Fokstrot seperti dilansir Lonely Planet.
Baca juga: Foto-Foto Sepinya Tempat Wisata Dunia Akibat Corona
Desainnya memungkinkan warga bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Dan keunikannya menjadi bagian dari destinasi fotografi dan lokasi piknik. Ini menjadi fitur populer di pelabuhan. Apalagi akan ada tiga pulau lagi yang akan hadir pada 2020, dan lebih banyak lagi pada tahun 2021.
Pulau-pulau itu bebas untuk digunakan untuk umum dan dapat digunakan untuk berbagai kegiatan: seperti zona aman untuk berenang, sauna, taman, kafe terapung, dan bahkan pertanian perkotaan terapung.
Dalam beberapa tahun terakhir, Kopenhagen telah melihat peningkatan jumlah kayak, perahu layar, perenang, wisatawan dan nelayan di pelabuhan. Pulau-pulau tersebut akan memenuhi berbagai kebutuhan mereka.
Baca juga: Di Amerika, Pasokan Rumah Kelas Atas Drop Di Pasar Listing
Di taman ini yang berada di pusat kota itu, siapapun boleh memanfaatkannya, untuk berperahu layar, kayak dan berenang. Taman terapung itu, bakal mendukung Denmark yang secara teratur menempati peringkat tinggi dalam daftar kota-kota paling bahagia dan sehat di dunia.
Denmark menjadi pionir pula dalam perencanaan dan desain kota yang berkelanjutan. Kopenhagen, memiliki saluran air perkotaan yang cukup bersih untuk mandi atau fakta bahwa 83 persen dari populasinya, hidup dalam radius 300 meter dari ruang hijau.
Dengan menggunakan teknik pembuatan perahu kayu tradisional, pulau-pulau tersebut akan dibuat sebagaimana kerajinan tangan. Taman terapung itu bakal ditanami pohon endemik dan spesies rumput.
Baca juga: Mencari Rumah Bukan Hal Mudah, Bahkan Bagi Orang Terkaya Di Muka Bumi
Dan sesuai dengan etos keberlanjutan, pulau-pulau akan dipindahkan secara teratur, ke lokasi-lokasi yang kurang dikembangkan. Sehingga memicu keramaian pada lokasi-lokasi yang masih sepi wisatawan, sehingga tak terpusat pada satu titik.
Proyek yang didukung oleh dewan kota ini dianugerahi Penghargaan Desain Internasional di Taipei untuk ruang publik dan penghargaan untuk desain sosial. Proyek ini juga menjadi finalis dalam ajang Beazley Design Prize di London Design Museum. Bahkan baru-baru ini diumumkan sebagai finalis di Denmark Design Prize.




