Suntik Dana Rp 277 Triliun ke Co-working Space, Bos SoftBank Mengaku Bodoh

PROPERTY INSIDE – CEO SoftBank Masayoshi Son mengakui keputusannya untuk investasi di WeWork, startup co-working space, sebagai sebuah kebodohan. Anjloknya valuasi startup ini telah membuat SoftBank rugi besar.

“Bodoh sekali saya berinvestasi di WeWork. Saya salah,” ujar Masayoshi Son dalam analis meeting seperti dilansir dari Business Insider, Selasa (19/05).

Baca juga: Kota Paling Bahagia Di Dunia Ini Bakal Punya Taman Terapung Dari Bahan Daur Ulang

WeWork awalnya merupakan anak emas SoftBank. Perusahaan investasi asal Jepang ini royal menyuntikkan dana ke perusahaan demi mengejar pertumbuhan bisnis. Namun kemudian diketahui perusahaan memiliki masalah tata kelola (good governance).

WeWork hampir bangkrut ketika gagal melantai di bursa saham Amerika Serikat (AS). Untuk menyelamatkan perusahaan, SoftBank memberikan dana talangan. SoftBank diperkirakan menyuntikkan dana US$18,5 miliar atau setara Rp 277,5 triliun (asumsi Rp 15.000/US$).

Per Maret 2020, valuasi WeWork sudah jatuh ke US$2,7 miliar. Desember 2019, valuasinya US$7,3 miliar. Sebelum IPO, valuasi perusahaan ditaksir US$49 miliar.

Baca juga: Foto-Foto Sepinya Tempat Wisata Dunia Akibat Corona

Pada tahun fiskal 2019, SoftBank Group melaporkan rugi bersih tahun fiskal 2019 sebesar US$8,9 miliar dampak dari penyebaran virus corona baru penyebab Covid-19 dan investasi bermasalah di WeWork.

Kerugian ini lebih besar dari proyeksi perusahaan yang sebelumnya memperkirakan rugi bersih US$8,4 miliar pada tahun fiskal 2019 yang berakhir Maret 2020. Ketika itu manajemen mengingatkan investor akan kondisi ‘pasar yang memburuk.

Share this news.

Leave a Reply