Pemerintah akan Evaluasi Kinerja Bank Penyalur FLPP

PROPERTY INSIDE – Realisasi penyaluran dana FLPP tahun 2020 telah mencapai 65,85 persen dari target realisasi untuk tahun 2020 sebanyak Rp11 triliun untuk 102.500 unit rumah.

Namun demikian, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) akan tetap mengevaluasi kinerja bank pelaksana penyalur dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin mengatakan tetap akan mengevaluasi kinerja dari bank pelaksana sejauhmana komitmennya terhadap kuota unit rumah yang disepakati saat melakukan perjanjian kerjasama dengan PPDPP.

Baca juga:  Tapera, Inovasi Pembiayaan Rumah Rakyat…???

“Bank yang menurut penilaian kami berkinerja kurang bagus dalam penyaluran dana FLPP, kuotanya akan dialihkan ke Bank yang berkinerja bagus,” ujar Arief dalam keterangan tertulis, Minggu (21/06).

Kendati demikian sejauh ini menurut Direktur Utama PPDPP tersebut, bank pelaksana optimis target kuota mereka tercapai hingga akhir tahun. Saat ini BTN masih menjadi bank pelaksana penyalur tertinggi yang telah menyalurkan dana FLPP untuk 38.177 unit senilai Rp3,86 triliun.

Terbanyak kedua adalah BNI sebanyak 6.654 unit senilai Rp677 miliar. Selanjutnya posisi ketiga tertinggi penyalur FLPP hingga kemarin dipegang oleh BTN Syariah sebanyak 6.016 unit rumah senilai Rp585 miliar.

Baca juga: Rumah Subsidi, PPDPP: Hingga Juni 66.633 MBR Menerima FLPP

Selanjutnya BRI Syariah sebanyak 3.300 unit senilai Rp332 miliar dan kemudian Bank BJB telah menyalurkan sebanyak 2.088 unit senilai Rp209 miliar. BRI menyalurkan sebanyak 1.452 unit senilai Rp151 miliar dan Bank Mandiri sebanyak 1.021 unit senilai Rp101,7 miliar.

Hingga pertengahan Juni 2020, PPDPP telah telah menyalurkan dana FLPP sebanyak Rp6,82 triliun untuk 67.498 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Share this news.

Leave a Reply