MRT Jakarta, Merubah Wajah Kota

By 26 August 2020Property News

PROPERTY INSIDE – Pembangunan MRT Jakarta fase 2 memberikan kontribusi sosial yang cukup tinggi terhadap pengembangan pembangunan Jakarta.

Ada enam aspek utama yang mencakup, yaitu 342.602 marea pengembangan campuran baru, 4.250 m2 potensi peningkatan plaza transit, 20.269 m2 taman dan ruang terbuka, 2,17 km pengembangan jalur pejalan kaki.

Kemudian 942 m area tepi sungai aktif, dan 21.932 mpotensi ruang usaha terjangkau. Semua kontribusi sosial ini akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Jakarta.

Baca juga: Foreign Investors Minati Proyek Infinity By Crown Group Di Sydney

Stasiun Thamrin merupakan stasiun pertama di fase 2 ini dan terletak di bawah perempatan Jalan Kebon Sirih dan Jalan Thamrin. Stasiun ini memiliki panjang sekitar 455 meter menjadikannya sebagai stasiun terpanjang di koridor Utara–Selatan.

Stasiun ini juga akan menjadi stasiun pertemuan dengan koridor Timur—Barat. Sedangkan Stasiun Monas akan dibangun di bawah Jalan Medan Merdeka Barat dan terintegrasi dengan kawasan Taman Monas.

Kedua stasiun ini memiliki kontribusi sosial yang akan memperkuat identitas ruang kawasan medan merdeka melalui penataan elemen perancangan ruang publik.

Baca juga: Pisa Grande, Area Komersial Di Jantung Hunian Gading Serpong

Pembangunan dan pengembangan kawasan berorientasi transit (transit oriented development/TOD) pada fase 2 dilakukan secara bersamaan dengan pembangunan jalur dan stasiunnya.

Pengembangan transit oriented development di kawasan ini juga termasuk mengembangkan koridor Jalan H. Agus Salim, Jalan Jaksa, Jalan Kebon Sirih, dan Jalan Wahid Hasyim dengan kegiatan yang spesifik serta terintegrasi.

Perbaikan jalur pejalan kaki menjadi lebih teduh, nyaman, serta terintegrasi dengan ruang terbuka hijau juga akan dilakukan. Kontribusi sosial juga akan mencakup peningkatan kualitas perancangan kanal-kanal kota sebagai fitur estetika dan wajah jalan di dalam kawasan.

Baca juga: PELIKNYA PROBLEM RUMAH SUBSIDI | #NGOPI

Saat ini, pembangunan telah masuk pada fase proses dan strategi penanganan pohon yang meliputi relokasi dan penggantian pohon terdampak dan eskavasi pelestarian cagar budaya mengingat jalur yang dilewati merupakan bagian dari sejarah Jakarta tempo dulu yang meninggalkan banyak fragmen dan benda bersejarah.

PT MRT Jakarta (Perseroda) bekerja sama dengan berbagai pihak agar pembangunan fase 2 dapat memberikan kontribusi sosial secara optimal bagi masyarakat.

Hadirnya moda raya terpadu di Jakarta telah memoles wajah ibu kota, baik regenerasi kotanya hingga perbaikan budaya mobilitas masyarakatnya. Dengan MRT Jakarta, masyarakat lebih disiplin, tertib, antre, hingga peduli terhadap kebersihan dan kenyamanan fasilitas publik demi kepentingan bersama.

Share this news.

Leave a Reply