Rumah Subsidi, Fitur Baru BP2BT Akan Mudahkan MBR

PROPERTY INSIDE – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus berinovasi dengan merilis fitur baru untk KPR Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan atau BP2BT yaitu fitur Graduated Payment Mortgage. 

Direktur Utama Bank BTN, Pahala Nugraha Mansury mengatakan dengan fitur GPM angsuran dapat lebih terjangkau. Selain itu akan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dapat lebih antusias menggunakan skema KPR BP2BT untuk memiliki rumah impiannya.

Baca juga: Genjot KPR Subsidi, BTN Rilis Fitur Baru Untuk BP2BT

Adapun untuk mendapatkan KPR BP2BT, masyarakat yang dapat mengajukan aplikasinya harus memenuhi syarat sebagai berikut belum pernah memiliki rumah, belum pernah mendapatkan subsidi/bantuan perumahan dari Pemerintah.

Kemudian, memiliki penghasilan sesuai dengan zonasi penghasilan yang diatur oleh Kementerian PUPR dengan kisaran Rp6,5 juta untuk rumah tapak dan Rp8,5juta untuk rumah susun ( penghasilan joint income bagi yang sudah menikah).

Selain itu telah menabung di Bank selama 3 bulan dengan batasan minimal saldo pada saat pengajuan sebesar Rp 2 juta  hingga 5 juta (tergantung besar penghasilan), memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP-El).

Baca juga: RUMAH HARGA Rp 200 JUTAAN DI KOTA PODOMORO TENJO | #NGOPI

Dan juga, memiliki Akta Nikah untuk pasangan suami istri, memiliki Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi, memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

”Pemohon juga harus memiliki dokumen yang lengkap, seperti keterangan penghasilan, keterangan usaha, dan bagi PNS, Polri atau TNI harus menyertakan surat penempatan terakhir, dan lain surat keterangan lain sebagainya sebagai penguat bahwa pemohon memenuhi persyaratan,” kata Pahala.

Baca juga: Kota Podomoro Tenjo, Diyakini Akan Menggerakkan Perekonomian

Sebagai informasi, BP2BT merupakan penerapan Program National Affordable Housing Program – Program Perumahan Terjangkau (NAHP) dari Bank Dunia yang memberikan pinjaman pendanaan dukungan perumahan kepada Pemerintah Indonesia.

Ini merupakan salah satu bentuk aktualisasi dari Kerangka Kerja Kemitraan Negara Kelompok Bank Dunia di Indonesia. Kementerian PUPR kemudian menyalurkan Bantuan tersebut melalui bank yang dipercaya, salah satunya Bank BTN.

Baca juga: BAGAIMANA PROSPEK BISNIS PROPERTI DI SAAT PANDEMI? | PANANGIAN SIMANUNGKALIT

Adapun tahun ini, berdasarkan siaran pers, Kementerian PUPR menargetkan dapat  menyalurkan BP2BT kepada sebanyak 67 ribu rumah tangga MBR.

“Kami mengapresiasi Kementerian PUPR yang mendukung Bank BTN dalam meracik fitur-fitur baru dalam skema BP2BT , dan Bank BTN tetap akan mengembangkan inovasi produk KPR kami lainnya untuk memudahkan seluruh lapisan masyarakat untuk membeli rumah,” jelas Pahala.

Share this news.

Leave a Reply