Perjalanan Megaproyek Tol Trans Sumatera yang Telah Beroperasi 513 km

PROPERTY INSIDE – Jalan Tol Trans Sumatera yang ditaksir sepanjang 2.700 Km ini membentang dari Bakauheni, Lampung hingga Aceh. Penanggung jawab tol ini adalah PT Hutama Karya dengan nilai investasi Rp 206.4 Triliun dan ditargetkan operasi secara penuh pada 2025 mendatang.

Jalan tol Trans Sumatera digadang-gadang akan banyak meningkatkan lapangan pekerjaan dan menjadi pusat investasi ini, dalam pengerjaannya pernah mengalami pasang surut bahkan terancam berhenti. Hal ini ditengarai proyek Trans Sumatera mengalami defisit bantuan PMN (Penyertaan Modal Negara).

Seperti dilaporkan tempo.co, untuk pembuatan tahap pertama Hutama Karya membutuhkan modal sebesar Rp. 66 triliun, sedangkan pemerintah menyampaikan dana sebesat Rp. 60 triliun.

Baca juga: Terkendala Pembebasan Lahan Ruas, Tol Padang – Sicicin Molor Jadi 2022

Hedy Rahadian, Direktur Jenderal Bina Marga Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  atau Kementerian PUPR sebelumnya pernah menyampaikan ini dihadapan anggota dewan terkait masalah defisit modal ini.

Menurut Hedy dengan terjadinya defisit tersebut dan tidak terpenuhi PMN-nya, maka proyek jalan tol Trans Sumatera akan mandek.

Dengan terjadinya defisit tersebut, Kementerian PUPR melakukan perundingan bersama kementerian-kementerian lainnya untuk menutupi kekurangan Rp 60 triliun. Menurut Hedy pembangunan ini juga masih memerlukan pendanaan dari sumber lainnya.

Baca juga: BSI Pimpin Sindikasi Pembiayaan Infrastruktur Jalintim Sumatera, Wapres Apresiasi & Titip Pesan Ini

Hal inilah yang melatar belakangi pemerintah membentuk Badan Layanan Umum Jalan Tol yang berfungsi membantu pembiayaan jalan tol. Tidak hanya itu, hadirnya lembaga ini akan membuat proyek tersebut tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

“Istilahnya kami ingin ada mekanisme subsidi silang, misalnya akan ada tender tol di Jawa yang kita tahu IRR-nya tinggi banget. Jadi nanti kalau ada pemenang, menang dia mungkin harus bayar kompensasi,” ujar Septian Hario Seto, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Baca juga: Ditarget Rampung Maret Ini, Tol Cengkareng-Kunciran Telah Telat 3 Bulan

Proyek jalan tol Trans Sumatera ini sudah dibangun sejak 2015 dan hingga hari ini ruas jalan yang sudah beroperasi sepanjang 513 Kilometer. Ruas jalan yang mulai beroperasi ialah, Bakauheni-Terbanggi Besar, Terbanggi Besar-Kayu Agung, Kayu Agung-Palembang-Betung, Belawan-Medan-Tanjung Morawa, Medan-Binjai, Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, Palembang-Indralaya, Sigili-Banda Aceh, dan Pekanbaru-Dumai.

Bahkan pada 11 Maret 2021, Tol Trans Sumatera untuk ruas tol Tanjung Mulia-Marelan-Helvetia diresmikan dan sudah mulai beroperasi. Terkait izin pengoperasian, PT Hutama Karya sudah mengantonginya dari Kementerian PUPR.

Share this news.

Leave a Reply