Proyek-proyek Era SBY yang Dirampungkan Jokowi

PROPERTY INSIDE – Pembangunan infrastruktur di Republik Indonesia tercinta ini tidak akan pernah bisa selesai jika tidak dilakukan secara berkelanjutan. Negeri sebesar Indonesia yang terdiri dari 17000 gugusan pulau dan terbentang seluas 1,9 km persegi tak akan mungkin dibangun sekejap mata.

Perlu kesinambungan poembangunan untuk memajukan infrastruktur negeri ini. Kini, Presiden Joko Widodo terbilang paling getol dalam mengejar pembangunan infrastruktur agar kita tak tertinggal dari negara lain.

Namun bukan berarti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak punya hajat membangun infrastruktur. Presiden SBY juga banyak menggagas dan membangun infrastruktur di era kepemimpinannya.

Namun pada eranya proyek-proyek tersebut ada yang belum selesai karena berbagai hal.  Presiden Jokowi menyebut, banyaknya proyek yang mangkrak diakibatkan oleh kendala teknis seperti isu pembebasan lahan dan kurangnya political will. Seperti dikutip CNBC, setidaknya ada beberapa proyek yang belum rampung di era Presiden SBY yang dituntaskan dan dilanjutkan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Baca juga:  Istana Presiden Di Ibu Kota Baru Mulai Dibangun Tahun Ini

Proyek mangkrak pertama era SBY yang dilanjutkan oleh Jokowi adalah pembangunan ruas jalan tol Pemalang-Semarang. Proyek ini tertunda sejak 2006 silam. Proyek tol lain yang juga belum selesai di era SBY adalah ruas tol Cimanggis-Cibitung.

Kemudian ada proyek pembangunan Jembatan Merah Putih di Indonesia Timur yaitu Ambon yang tertunda sejak 2011. Proyek ini menelan biaya sebesar 772,9 miliar. Selanjutnya ada proyek pembangunan Bandara Kertajati di Majalengka yang dicanangkan SBY dan kemudian diresmikan di era Jokowi. Alasan proyek ini mangkrak adalah pengalihan aliran sungai yang terdapat di ujung landasan.

Pembangunan Bandara Kertajati harus menelan biaya mencapai Rp 10 triliun dan membutuhkan lahan seluas sekitar 1.800 hektar. Bandara Kertajati dirancang untuk mempunyai landasan pacu sepanjang 4.000 meter yang lebih panjang dari Bandara Soekarno-Hatta.

Baca juga: Perjalanan Megaproyek Tol Trans Sumatera Yang Telah Beroperasi 513 Km

Lima tahun silam Jokowi juga menyoroti 34 proyek pembangunan pembangkit listrik di Tanah Air yang mangkrak saat membahas rencana pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW. Dalam rapat, Jokowi menerima laporan adanya proyek mangkrak yang sudah mulai dibangun sejak 2008. Tahun dimana bertepatan dengan terjadinya krisis keuangan global.

Kini ada beberapa proyek lain yang juga belum selesai di era SBY dan kemungkinan akan kembali dilanjutkan, seperti pembangunan wisma atlet Hambalang. Proyek yang kabarnya menyedot anggaran fantastis sekitar Rp 2,5 triliun itu digadang-gadang bakal menjadi pusat pelatihan olahraga yang bertaraf internasional.

Namun selama pembangunannya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengendus adanya praktek korupsi yang dilakukan sejumlah pihak. Sejumlah nama pun terlibat dalam skandal korupsi Hambalang mulai dari eks Menpora Andi Mallarangeng, mantan Direktur Operasional PT Adhi Karya (Persero) Teuku Bagus Mukhamad Noor, hingga eks Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Baca juga: Pembangunan Ibu Kota Negara Baru Dimulai Tahun Ini, Ada Apa Saja?

Dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan, total kerugian negara dari proyek Hambalang mencapai Rp 706 miliar. Jumlah tersebut didapat dari hasil audit investigasi BPK pada periode 2012-2013 yang sudah dikukuhkan di pengadilan dalam beberapa kasus korupsi, yang melibatkan nama-nama petinggi pemerintahan kala itu.

Selain itu, BPK juga menemukan adanya pembayaran atas proyek Hambalang yang digelembungkan hingga Rp 514 miliar. Laporan ini, pun telah diserahkan kepada BPKP untuk ditindaklanjuti. Saat ini kabarnya, Jokowi tengah berencana untuk melanjutkan kembali proyek Hambalang ini.

Terbaru ada proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) Umbulan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur yang baru diresmikan Jokowi  pada 22 Maret 2021. Sumber air daerah ini memang sudah ada sejak zaman pemerintah Hindia Belanda, saat pertama kali ditemukan pada 1916. Pengelolaan pertama, kala itu dilakukan oleh Water Bedrij pada 1917.

Baca juga:

Pemerintah mulai membangun SPAM Umbulan setelah 45 tahun sejak direncanakan yakni pada 1973. Namun, sejak saat itu pembangunan proyek tersebut tiba-tiba lenyap. Kemudian pada saat kepemimpinan SBY, pemerintah kembali melanjutkan proyek ini sejak 2010 dan prakualifikasi satu tahun setelahnya yakni pada 2011.

Namun demikian, bisa dipastikan juga akan ada beberapa proyek di era pemerintahan Jokowi yang mungkin tidak tuntas selesai sampai masa jabatan presidennya habis pada tahun 2024 mendatang. Adalah kewajiban bagi presiden berikutnya untuk melanjutkan infrastruktur yang belum selesai itu agar tidak terbengkalai.

Share this news.

Leave a Reply