Praktisi Properti Optimis Tahun 2021 Momentum Kebangkitan Sektor Properti

PROPERTY INSIDE – Para praktisi properti memprediksi tahun 2021 akan menjadi pondasi awal kebangkitan industri tanah air, setelah terhantam pukulan telak pandemi Covid-19 sejak setahun belakangan.

Optimisme ini berlatar belakang dari kebutuhan hunian yang terus meningkat meski pandemi berlangsung. Selain itu, insentif pemerintah dengan memberikan stimulus bebas PPN dianggap dapat mendorong pertumbuhan bisnis properti.

“Masyarakat optimis pasar tahun 2021 akan positif, berlatar insentif pemerintah yang membebaskan PPN hingga 100%. Developer yang punya rumah, ruko atau apartemen ready stock dan siap huni diuntungkan dengan adanya insentif ini,” papar CEO AKR Land, Thomas Go dalam webinar “”Trend & Strategi Pemasaran Properti 2021”, Kamis (15/4) di Jakarta.

Baca juga: Memanfaatkan Insentif PPN, Lavon SwanCity Rilis Program “AKU MAMPU”

Thomas juga menyatakan bahwa AKR Land telah membuktikan dengan adanya peningkatan penjualan perusahaan hingga 84% di bulan Maret 2021 lalu. Thomas memaparkan, Kawanua Emerald City, proyek perumahan yang dikembangkan AKR Land di Manado berhasil menjual habis rumah milenial siap huni tipe 40 m2 di bulan Maret.

“Tipe rumah untuk segmen menengah dan bawah di rentang harga di bawah Rp 1 miliar adalah pasar potensial untuk tahun ini. Selain rumah, apartemen ready stock dengan segmen menengah juga berpeluang positif. Seperti proyek kami di AKR Gallery West yang harganya mulai Rp 1,1 miliar cukup bagus,” jelas Thomas.

Baca juga:  Intiland Lakukan Topping Off Apartemen Fifty Seven Promenade

Mengamini Thomas Go, Country Manager Rumah.com, Marine Novita juga memaparkan data survey yang mencatat bahwa anggaran pembelian properti dengan harga di bawah Rp 1 miliar akan mendominasi dalam 6 bulan ke depan.

“Survey kami mencatat, karakter pembeli dengan tipe end user pada tahun 2021 masih lebih tinggi dibandingkan dengan pembeli berkarakter investor,” jelas Marine dalam kesempatan yang sama.

Rumah.com juga mencatat data kenaikan permintaan hunian di Pulau Jawa saat pandemi sejak 2020 hingga 2021 didominasi Jawa Barat dan Banten. Daerah-daerah seperti Depok, Bekasi, Cikarang, Tangerang dan Tangerang Selatan paling tinggi tingkat permintaannya.

Baca juga: Sentosa Park Gandeng BRI, Rate KPR/Tahun Hanya 6,7%

Lebih lanjut Thomas menyampaikan, optimisme pasar yang dimulai tahun 2021 ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh developer maupun agen-agen pemasar properti agar kesempatan yang baik ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“Untuk developer harus gerak cepat memanfaatkan stimulus pemerintah mengingat jadwal serah terima yang ditetapkan pemerintah maksimal bulan Agustus. Selain itu, kita juga harus memaksimalkan strategi pemasaran melalui berbagai platform digital,” kata Thomas.

Share this article:

Leave a Reply