PROPERTY INSIDE – Pandemi Covid-19 memasuki tahun kedua. Semua sektor bisnis terkendala, merasakan imbasnya. Industri properti salah satunya, dan sektor ini tetap harus mampu menjaga optimismenya untuk bisa survive.
Dan harus diakui bahwa industri properti adalah salah satu sektor yang terkena imbas krisis terdalam. Belajar dari pengalaman krisis demi krisis terdahulu yang dialami Indonesia, maka pelaku industri properti berharap terobosan-terobosan stimulus akibat dampak negatif dari pandemi covid-19.
Stimulus itu datangnya dari pemerintah, perbankan dan stakeholders lainnya perlu percepatan, sinkronisasi dan konsistensi sehingga mampu kembali menggairahkan pasar.
Baca juga: BTN Terus Berinovasi, Bersinergi Dan Efesiensi Dalam Penyaluran Kredit
Hal itu disampaikan oleh Arvin Fibrianto Iskandar, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Realestat Indonesia (REI) DKI Jakarta, pada pembukaan acara webinar:”Bertahan Menghadapi Pandemi; Realita Pengembang & Solusi Dukungan Perbankan”, yang diselenggarakan DPD REI DKI Jakarta, Kamis, 12/8.
Menurut Arvin, harus diakui saat ini permintaan pasar belum membaik. Walaupun data yang dirilis Badan Pusat Statistik baru-baru ini memperlihatkan tren membaik, tetapi banyak pengembang khususnya yang bergerak dalam pembangunan apartemen, perkantoran, mal dan hotel masih cukup berat.
Baca juga: Pertama Di Indonesia, Graha Laras Sentul Lakukan Akad KPR Drive Thru
Menurutnya, pelaku industri properti berharap agar para stakeholder khususnya dibidang perbankan mengetahui secara persis kesulitan yang dihadapi pengembang saat ini. Kami minta kebijakan selektif perbankan dalam memberikan kredit dilihat kembali.
“Dilapangan laporan cancellation pengajuan KPR dan KPA masih sangat tinggi. Mari kita bersama-sama mencari solusi, sehingga industri realestat bisa kembali normal dan bertumbuh,” tambahnya.
Pengembang lanjut Arvin, saat ini sudah melakukan berbagai strategi agar efisien dan menjaga untuk bertahan agar cashflow perusahaan tidak terus terpuruk.
Baca juga: Pasar Properti, 5 Keuntungan Konsumen Beli Properti Di Tahun Ini
Karena itu REI meminta beberapa kebijakan antara lain berupa fleksibilitas KPR (approval KPR & KPA dipercepat, cancelation konsumen dapat di-minimize), restrukturisasi modal kerja dan project loan serta recheduling pembayaran
“Dari kebijakan-kebijakan itu kami berharap tahun 2021 menjadi time to buy property karena jaminan dari debitur properti itu adalah jaminan agunan yang solid yang nilainya akan terus naik setiap tahun,” tambahnya.









