Keren, Rancangan Bangunan dari Bambu Karya Arsitek Indonesia ini Masuk Penghargaan Internasional

By 9 December 2021Architecture

PROPERTY INSIDE – Proyek Guha karya studio arsitek RAW Architecture (RAW) dari Indonesia terpilih dalam even penghargaan internasional Dezeen Awards 2021 untuk kategori business building.  Uniknya, proyek ini menggunakan bahan-bahan lokal dan teknik bangunan tradisional termasuk konstruksi bambu.

Bangunan ini sendiri merupakan studio sekaligus  tempat tinggal pendiri RAW Architecture, Realrich Sjarief dengan keluarganya, termasuk juga klinik gigi istrinya dan perpustakaan.

Desain Arsitektur RAW menempatkan penekanan pada penggunaan metode bangunan lokal seperti konstruksi bambu demi menjaga komitmen sang arsitek pada isu-isu ekonomi, sosial dan lingkungan yang berkaitan dengan keberlanjutan (sustainable development).

“Secara ekonomi mengacu pada pemanfaatan pengrajin lokal dan potensi industri manufaktur lokal. Sementara secara sosial membentuk ekosistem antara arsitek, arsitektur, pengrajin lokal dan industri manufaktur,” jelas Sjarief seperti dilansir dezeen.com.

Dari perspektif lingkungan, lanjut Sjarief, Guha berupaya mengurangi emisi dan jejak karbon yang dihasilkan oleh kegiatan konstruksi melalui penerapan bahan-bahan lokal. Arsitektur Guha merespons iklim tropis Indonesia dengan mengorientasikan ruang untuk mencegah panas berlebih dari paparan langsung sinar matahari, sambil membiarkan angin sepoi-sepoi untuk ventilasi interior secara alami.

guha project

Bukaan di fasad beton diposisikan dengan hati-hati untuk memungkinkan cahaya matahari masuk, dan elevasi barat bangunan ditutupi dengan tanaman yang memberikan keteduhan. Lansekapnya mencakup pepohonan dan air yang membantu menciptakan iklim mikro yang nyaman.

Studio RAW Architecture sekarang bertempat di struktur tiga lantai dengan dua tingkat basement yang berdampingan dengan sisi timur bangunan yang ada. Struktur baru, yang disebut Guha Bambu, menampilkan kerangka bambu yang menopang pelat lantai serta atap yang dibangun dengan rangka baja.

Secara eksternal, bambu dicat untuk meningkatkan ketahanannya terhadap sinar matahari dan hujan. Bentuk lengkung dan elemen anyaman dipengaruhi oleh desain topeng tradisional Barong, yang ditemui sang arsitek semasa kecil di Bali.

Beberapa ruang menggunakan metode konstruksi tradisional Jawa yang dikenal sebagai Tumpang Sari, yang melibatkan pembuatan efek tumpukan untuk membantu menghilangkan udara panas melalui bukaan di dekat bagian atas volume seperti cerobong asap.

Interior bangunan menampilkan konstruksi bambu dalam bentuk mentahnya dan dimaksudkan untuk membangkitkan hutan bambu. Tiang-tiang yang terentang menopang lantai dan sekat yang terbuat dari potongan bambu digunakan untuk memisahkan ruang.

Penggunaan konstruksi bambu didasarkan pada pengalaman RAW Architecture saat membangun sebuah sekolah di kota Tangerang. Bangunan dari sekolah Alfa Omega tersebut dibangun di atas rawa di atas panggung dan memiliki atap zig-zag yang terbuat dari bambu jerami.

guha project 1

Realrich Sjarief mendirikan studionya pada tahun 2011. Lahir di Surabaya, kemudian pindah ke Bali, dan Jakarta. Dia menyelesaikan studi sarjananya di Institut Teknologi Bandung pada tahun 2005, kemudian melanjutkan pendidikan master di Urban Design Development di UNSW Sydney.

Sjarief pernah bekerja untuk Urbane Indonesia, DP Architects, dan Foster and Partners di London. Arsitektur RAW sendiri merupakan singkatan dari Realrich Architecture Workshop, dan telah masuk dalam daftar Dezeen Awards 2020 lalu untuk kategori arsitek baru.

Share this article:

Leave a Reply