PROPERTY INSIDE – Firma arsitek Rogers Stirk Harbour + Partners (RSHP) dan Aedas telah mempublikasikan rancangan gedung penyeberangan (crossing building) jembatan Hong Kong-Zhuhai-Macau Hong Kong Boundary Crossing Facilities (HKBCF).
Gedung ini akan menjadi titik lalu lintas transportasi penting di Delta Zhujiang (Delta Sungai Mutiara). Wilayah yang merupakan salah satu kawasan terpadat di dunia dan merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi China.

Jembatan HKBCF yang menghubungkan Hong Kong, Macau dan China daratan saat ini sudah dalam proses pembangunan, proyek ini rencananya akan selesai pada 2019. Berlokasi di sebuah pulau buatan 150 hektar yang terletak di timur laut Bandara Internasional Hong Kong.
Fasilitas penyeberangan (crossing building) akan menjadi elemen terakhir dari jembatan HKBCF yang dipulikasikan, yang pada awalnya direncanakan dibuka pada tahun 2016 sebelum sebuah judicial review diajukan untuk mengidentifikasi dampak lingkungan proyek tersebut.

Ketika akhirnya dibuka, jembatan tersebut akan menjadi salah satu yang terpanjang di dunia, juga berpotensi sebagai jembatan dengan waktu tempu terlama yang dilalui kendaraan bermotor. Diproyeksikan, kehadiran jembatan ini akan mengurangi waktu tempuh antara Hong Kong dan Macau dari 4,5 jam menjadi 40 menit.
HKBCF akan memungkinkan pengunjung untuk berkendara di antara kota-kota utama China di Delta Zhujiang. Jembatan ini juga terkoneksi ke jaringan transportasi terdekat di Bandara Internasional Hong Kong termasuk Terminal Feri SkyPier, dan jalur MTR’s Airport Express dan Tung Chung.

Keith Griffiths, Chairman Aedas mengatakan, jembatan tersebut akan memberikan konektivitas penting kepada sekitar 120 juta orang yang tinggal di wilayah Sungai Mutiara di selatan – salah satu dari tiga megapolis terbesar di China yang dibentuk oleh gabungan Hong Kong, Makau, Zhuhai, Shenzhen, Dongguan dan Guangzhou.
“Dengan rendah hati, saya merasa terhormat telah terlibat dalam perancangan pintu gerbang yang indah ini ke kota-kota ini di megapolis terbesar di dunia,” kata Griffiths seperti dilansir Archdaily.
Terinspirasi oleh pergerakan konstan kendaraan, struktur ini memiliki atap berbentuk gelombang yang mengingatkan pada Bandara Barajas, Madrid. Dengan tampilan sederhana, sirkulasinya jelas menampilkan ruang interior bangunan yang memungkinkan pengunjung dan karyawan mudah menavigasi antara titik bus dan kendaraan.

Dinding bangunan dirancang untuk memungkinkan cahaya alami dapat mencapai titik terdalam bangunan sehingga menciptakan koneksi visual ke bentuk atap linier, dan memperkuat wayfinding (penunjuk arah) yang intuitif.
Berkat bentuk modular atapnya, sebagian besar strukturnya akan dapat diparkir di luar kantor, memungkinkan proses konstruksi berkualitas tinggi yang efisien. Bangunan ini bertujuan untuk mempertahankan kelestarian lingkungan dengan standar tertinggi, melalui desain pasif dan penerapan teknologi hijau yang inovatif.
“Saya senang bisa mengerjakan proyek inovatif semacam itu, yang membawa keindahan dan keanggunan aktivitas sehari-hari dalam perjalanan,” komentar Richard Paul, RSHP Partner.
“Penyeberangan baru ini akan sangat menguntungkan bagi orang-orang yang tinggal dan bekerja di wilayah ini, dan juga menyediakan bangunan yang tepat secara visual untuk lingkungan sekitar yang indah.”









