Zaha Hadid dan Karyanya yang Terus Dikenang

By 24 February 2018Architecture, News

PROPERTY INSIDE – Di dunia arsitektur, siapa yang tak mengenal nama yang satu ini, karya-karyanya digambarkan sebagai supremasi ultra modern dan utopis, banyak dipengaruhi oleh pra-Stalin konstruktivisme Soviet.

Dirinya memperoleh ketenaran pada desainnya untuk The Country Club Peak di Hongkong tahun 1983. Wanita kelahiran Baghdad, 31 Oktober 1950 ini adalah arsitek perempuan pertama yang menerima penghargaan Pritzker Architecture, semacam Nobel Perdamaian di dunia arsitektur.

Meski sudah tiada sejak dua tahun lalu, karya-karya Zaha Hadid, sang legenda arsitektur modern ini masih terus dibicarakan orang. Arsitek berkebangsaan Inggris ini meninggal dunia dalam usia 65 tahun karena serangan jantung.

Dia dibesarkan di salah satu bangunan pertama Baghdad Bauhaus-terinspirasi selama era “modernisme dikonotasikan glamor dan progresif berpikir” di Timur Tengah. Dia menerima gelar di bidang matematika dari Universitas Amerika di Beirut.

alt text

Ia pindah ke London pada 1972 untuk belajar arsitektur di Asosiasi Arsitektural, di mana ia bertemu Rem Koolhaas, Elia Zenghelis, dan Bernard Tschumi. Bekerja untuk mantan profesornya, Koolhaas dan Zenghelis, di Metropolitan Arsitektur, di Rotterdam.

Melalui hubungannya dengan Koolhaas, ia bertemu Peter Rice, insinyur yang memberikan dukungan dan dorongan awal pada saat pekerjaannya sepertinya sulit. Pada tahun 1980 ia mendirikan praktek sendiri yang berbasis di London.

Selama tahun 1980-an ia juga mengajar di Asosiasi Arsitektur. Ia juga mengajar di Asosiasi Arsitektural, berkolaborasi dengan rekan-rekannya dari OMA (Office of Metropolitan Architecture). Ia mengerjakan karya-karya desainnya dengan teknik investigasi yang terinspirasi dari lukisan dan gambar.

Sejak pameran retrospektifnya pada 1983 di Asosiasi Arsitektural, London, karya-karya arsitekturnya kemudian dipamerkan di berbagai penjuru dunia. Bahkan, banyak karyanya yang masuk dalam koleksi penting museum.

alt text

Latar belakangnya yang seorang ahli matematika membuat dia berani mebuat desain-desain ekstrim yang sampai saat ini kita sebut ” Arsitektur Dekonstruksi”. Zaha telah menjadi salah satu arsitek paling terkenal di dunia.

Bangunannya pernah dinominasikan untuk Penghargaan bergengsi termasuk MAXXI (2010), Stasiun Kereta Api Kabel Nordpark (2008), Phaeno Science Centre (2006) dan BMW Central Building (2005). Hadid dikenal luas sebagai arsitek yang konsisten mendorong batas-batas arsitektur dan desain perkotaan.

Ia kerap bereksperimen dengan konsep tata ruang yang baru, yang mengintensifkan lansekap perkotaan yang telah ada. Ia juga suka bereksperimen dengan semua bidang desain, dari skala perkotaan hingga interior juga furnitur.

Gaya desain dari seorang Zaha Hadid bisa disebut desain yang berani, kontempror, organik, inovatif dan futuristik. Menggunakan teknologi dengan material yang jauh dari kata ‘biasa’.Banyak proyeknya yang akhirnya tidak jadi dibangun. Namun, ia tetap masuk dalam urutan ke 69 Majalah Forbes dalam kategori “Most powerful Women” pada 2008.

alt text

Karya-karya desainnya yang terkenal, antara lain: Vitra Fire Station di Weil am Rhein, Jerman (1993); Mind Zone at theMillennium Dome di Greenwich, Inggris (1999); Bergisel Ski Jump di Innsbruck, Austria (2002); Rosenthal Center for Contemporary Art di Cincinnati, Ohio (2003); dan MAXXI – National Museum of the 21st Century Arts di Roma, Italia (2010).

Share this article:

Leave a Reply