Asmat Amin, Sang Visioner Pengembang Rumah Rakyat

By 25 February 2018Featured, In Depth, News

PROPERTY INSIDE – Asmat Amin, nama ini pasti tersebut jika kita menyebut jajaran pengusaha muda yang sukses di bidang properti di tanah air. Namanya jelas telah diperhitungkan sebagai salah satu pengembang papan atas nasional.

Dan hebatnya, kesuksesan alumni teknik industri University of Toledo, Ohio, Amerika Serikat ini di industri properti, diraih karena kegigihannya memperjuangkan pembangunan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Tidak banyak pengembang yang mampu dan bisa konsen mengembangkan hunian di segmen ini, apalagi mampu mencapai sukses seperti SPS Group (PT Sri Pertiwi Sejati), perusahaan developer pimpinannya.

Meski perusahaan yang dipimpinnya mampu membangun properti kelas atas yang potensial mendulang untung besar, namun dedikasi untuk membangun hunian sederhana bagi masyarakat bawah lebih besar.

Komitmen Asmat yang mendedikasikan diri untuk menyediakan rumah bagi MBR sudah jauh hari dilakukan, dan ini menjadi bukti bahwa dirinya adalah seorang yang visioner yang berpandangan jauh ke depan.

Betapa tidak, sejak tahun 2004 Asmat sudah melihat bahwa kebutuhan hunian yang terjangkau dan representatif akan selalu dibutuhkan masyarakat Indonesia. Terbukti, saat ini pemerintah sendiri mencanangkan “Program Sejuta Rumah” untuk masyarakat berpenghasilan rendah demi mengurangi ketimpangan kebutuhan rumah rakyat.

Visi dan program yang sudah dipikirkan dan dijalankan oleh seorang Asmat Amin 14 tahun lalu. Di usia muda (30 tahun,-red), dirinya sudah mampu menggagas bisnis yang tidak hanya berorientasi kepada keuntungan semata, namun juga sekaligus berkontribusi untuk negara dan masyarakat banyak.

“Sebagai pengembang, filosofinya itu tentu kita ingin membangun negeri ini. Sebagai pebisnis jelas kita diwajibkan mencari keuntungan, mencari profit, namun di sisi lain harus ada unsur ibadahnya juga. Kalau kedua hal ini kita kombinasikan, Bismillah, harusnya bisa bermanfaat buat kita dan buat rakyat banyak. Sekarang bisnis apa selain ini yang bisa berjalan langsung beriringan? Mendapat keuntungan, sekaligus pahala juga. Kalau bukan kita, siapa lagi yang mau membangun perhatian seperti ini?,” ungkapnya.

Asmat Amin bukanlah pengusaha kemarin sore, pengalaman panjang dalam berbisnis telah mengajarkannya bagaimana menghadapi berbagai krisis. Beberapa tahun belakangan ini, di saat banyak pengembang mengeluh akan pasar yang lesu, SPS Group mampu membukukan penjualan yang fantastis. Bahkan, tahun 2016 lalu SPS Group diganjar penghargaan dari Museum Rekor MURI sebagai pengembang dengan akad kredit terbanyak dalam satu hari.

Banyak penghargaan yang sudah diraih suami dari Dahlia Asmat dengan SPS Group yang didirikannya sejak tahun 2005 itu. Bisa dibilang, SPS Group adalah kontributor terbesar untuk pengadaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah secara nasional.

Bukan hal yang main-main tentunya jika perusahaan ini mampu memasok sekitar 10 ribu unit rumah setiap tahunnya. Tahun 2017 ini Asmat bahkan menargetkan dapat memberi kontribusi sebanyak 12 ribu unit rumah. Dan ini tentunya sangat membantu bagi “Program Sejuta Rumah” yang digagas oleh Presiden Joko Widodo.

Untuk diketahui proyek pertamanya adalah Kota Serang Baru di Cikarang, awal berdiri, proyek ini hanya mengembangkan 50 ha, dan berkembang terus berkembang menjadi 250 ha dengan 8 ribu unit rumah sederhana yang sudah berdiri.

Selanjutnya, SPS Group merintis Grand Cikarang City seluas 560 hektar. Beberapa kawasan hunian lain, Villa Kencana Cikarang, Kota Mega Regency Cikarang, Grand Vista Cikarang juga telah digarap oleh SPS Group. Dalam waktu dekat perusahaan ini juga akan meluncurkan proyek Grand Karawang Village.

SPS Group dibawah kepemimpinan Asmat Amin terus bertransformasi menjadi perusahaan developer papan atas yang disegani. Selain berkomitmen untuk supply rumah bersubsidi, SPS Group juga terus mengumpulkan bank tanah (land bank) secara masif. Sedikitnya 10 lokasi tengah disiapkan oleh SPS Group di sekitar timur Jakarta, mulai dari Bekasi, Cikarang, Karawang, Cikampek sampai ke Subang.

Share this news.

Leave a Reply