PROPERTY INSIDE – Kota Dandong di provinsi Liaoning, China, secara mengejutkan dan tiba-tiba menjadi hot property market sejak pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un menggagas perdamaian dengan Korea Selatan. Dandong merupakan kota perbatasan China terbesar yang berbatasan langsung dengan Korea Utara.
Kota ini hanya dipisahkan oleh Sungai Yalu dengan kota Sinuju di Korea Utara dan merupakan pusat perdagangan antara kedua negara. Terletak 840 km dari Beijing dan 160 km dari Pyongyang, sebagian besar perdagangan antara kedua negara – baik legal maupun ilegal – mengalir melalui Dandong.
Baca juga: Percaya atau Tidak? Arsitektur Menakjubkan ini Berada di Korea Utara
Penjualan rumah baru di Dandong melonjak pada posisi 320 ribu meter persegi di bulan Maret 2018, ketika Presiden AS Donald Trump mengumumkan akan melakukan pertemuan dengan Kim Jong-un.
Pertemuan Kim dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, yang bertekad untuk membersihkan Semenanjung Korea dari senjata nuklir telah memicu kegilaan pembelian di Dandong. Seperti dilansir Bloomber, Kamis (10/5), Zhao Ziye, seorang agen real estat di kota Dandong mengatakan, pembelian properti disana sangat cepat. Sehingga dia perlu untuk mempekerjakan setidaknya lebih dari lima sales agen penjual.
“Dua Korea berjabat tangan, dan Dandong naik!” slogan ini terus dipromosikan Zhao, dimana layar TV terus memutar ulang rekaman kunjungan Kim ke Beijing yang merupakan perjalanan pertamanya ke luar negeri sejak mengambil alih kekuasaan pada tahun 2011.
Baca juga: “Bingkai Foto” Terbesar di Dunia Resmi dibuka
Meski sedikit menurun, penjualan tetap kuat di bulan April, data dari China Real Estate Information Corp mencatat, sedikitnya 290 ribu meter persegi telah terjual. Pembukaan ekonomi apa pun oleh Korea Utara diprediksi dapat menguntungkan kota perbatasan yang berpenduduk 2,4 juta jiwa itu.
Menanggapi permintaan properti yang melonjak, data Cushman & Wakefield menyebut, pengembang telah menaikkan harga hingga lebih dari 50 persen di beberapa kompleks perumahan baru di Dandong New District – area seluas 127 km persegi yang dibangun dari nol sebagai hub perdagangan China-Korea Utara. Sebagian lainnya bahkan telah menghentikan penjualan untuk bertaruh pada keuntungan yang lebih besar di masa depan.
Baca juga: Rancangan Fasilitas Penyeberangan Jembatan Terpanjang Dunia Dipublikasikan
“Sebagian besar pembeli di Dandong New District adalah spekulan. Inilah akar penyebab kenaikan harga rumah yang meroket di sana,” kata Jason Cheung, manajer umum di Cushman & Wakefield yang mengawasi bisnis makelar di Dalian dan Shenyang.
Lonjakan permintaan ini menggambarkan tantangan ke depan bagi para pejabat Cina, yang berusaha untuk menjinakkan bubble harga rumah. Setelah menerapkan pembatasan pembelian di kota-kota besar seperti Beijing dan Shanghai, pemerintah China dalam beberapa bulan terakhir telah beralih ke kota dan provinsi lebih kecil yang saat ini tengah menjadi primadona di kalangan pembeli.








