PROPERTY INSIDE– Marketing adalah hal maha penting dalam semua lini kehidupan, entah itu ditujukan untuk kebutuhan bisnis, institusi negara, partai politik, bahkan untuk pribadi sekalipun. Marketing adalah bagaimana mengemas sesuatu agar menjadi daya tarik pasar.
Tujuan akhirnya jelas memberi keuntungan bagi diri pribadi, institusi temapt sang marketing bekerja atau ujungnya deal-deal bisnis. Di properti, posisi marketing ini adalah ujung tombak. Merekalah yang meng-create, membuat berbagai startegi agar properti yang dipasarkan itu laku dijual.
Baca juga: 5 Aplikasi Digital Ini Wajib Dimiliki Sales & Marketing Properti
Tidak sedikit juga perusahaan properti yang menggabungkan posisi sales sekaligus marketing dalam satu paket. Ini dikarenakan sales sebagai striker perusahaan paling memahami bagaimana kemauan pasar. Dari sana mereka mengolah demand ini dengan menyiapkan supply berupa produk properti yang dibutuhkan pasar.
Profesi ganda ini intinya bertugas mengolah data pasar, menciptakan produk sesuai keinginan pasar dan selanjutnya membangun image positif produk itu. Muaranya jelas agar properti itu dapat terserap pasar.
Baca juga: “Adaptasi, Kata Kunci Pemasaran Properti Era Digital”
Tapi banyak hal lain dan detail yang harus dan wajib dilakukan para pemasar ini, terkadang hal-hal kecil kurang terperhatikan, padahal mungkin sebenarnya berdampak besar pada target pemasaran sang sales.
Membuat update listing produk terbaru sangat penting untuk dilakukan. Bahkan jika listing Anda sebelumnya tak ada respon di website-website pencarian rumah atau media sosial. Anda tetap harus meng-update produk terbaru karena banyak kemungkinan kenapa postingan Anda sebelumnya no response di jejaring dunia maya.
Baca juga: Jualan Properti Zaman Now, Ramai-ramai Selami Dunia Digital
Mungkin saja misalnya, postingan produk sebelumnya tidak dilirik karena target pasarnya tidak pas. Anda wajib terus melakukan postingan produk baru karena semakin banyak listing, kesempatan dilirik konsumen semakin besar. Semakin besar pula kesempatan Anda untuk mendapatkan transaksi jual beli.
Beriklan juga sangat penting, entah melalui media promosi offline maupun online. Untuk offline, memasang baliho billboard, dan brosur masih bisa menjadi pilihan. Untuk media cetak, di era digital ini tentu sedikit dilema dimana arus informasi sangat cepat. Maka majalah bisa menjadi pilihan tepat, karena artikelnya time less, artikelnya tidak basi. Umurnya juga lebih panjang dibandingkan koran.
Baca juga: Dear Developer, Begini Cara Menulis Siaran Pers Real Estate yang Benar & Menarik Media
Sementara untuk online buatlah web, blog, atau media sosial. Semakin sering seorang marketing properti membuat iklan dan melakukan promosi, maka akan besar peluang Anda untuk melakukan closing. Atau Anda bisa berpromosi lewat google ads, beriklan atau memasang advertorial produk di News Channel segmented dan umum.
Marketing & sales properti harus mampu melakukan presentasi di depan calon pembeli. Anda harus bisa menjelaskan produk properti yang Anda jual secara langsung kepada konsumen. Marketing properti harus memberi tahu kelebihan dan kekurangan dari properti yang Anda jual dan keuntungan apa saja yang akan mereka dapatkan jika membeli properti dari Anda. A to Z.
Baca juga: 10 Tips Promosi Properti di Instagram ala Broker Kelas Dunia
Layanan pasca dan purna jual. Ini harus Anda catatkan besar-besar pada buku notes Anda di halaman paling depan. Karena Anda harus siap dan bersedia melayani calon pembeli, mereka adalah raja, maka perlakukan seperti raja. Mengantar calon pembeli ke lokasi properti dengan menawarkan penjemputan bisa menjadi pilihan.
Pastikan juga mereka nyaman dengan berbagai aspek-aspek birokrasi yang harus dilalui saat transaksi jual beli. Setelah transaksi tetap hubungi mereka untuk menginformasikan progress pembangunan. Bahkan jika properti tersebut telah ditempati, kontak mereka untuk sekedar menanyakan apakah mereka nyaman tinggal di sana.
Baca juga: Mantan Agen Properti ini Sukses Dirikan Portal Properti Terbesar di Jepang
Tidak mudah memang menjadi marketing & sales, mereka adalah orang-orang handal, tahan banting dan fighter. Karena bagaimanapun, seorang marketing & sales akan bertemu dengan banyak karakter. Maka mereka harus bisa menempatkan posisi bagaimana berhadapan dengan banyak orang dengan beragam karakter.
Intinya, profesi ini mengaplikasikan berbagai disiplin ilmu mulai analisis pasar, pengolahan data, komunikasi, hingga ilmu dagang.









