Rumah Subsidi, PPDPP: Banyak Data Potensial dari SiKasep

By 19 June 2020Property News

PROPERTY INSIDE –  Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan atau SiKasep adalah pintu utama dalam aplikasi pencarian rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dalam aplikasi iniada SiKumbang, Sistem Informasi Kumpulan Pengembang yang berisi daftar proyek rumah susbidi.

Aplikasi ini dikembangkan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Perumahan Rakyat dan Pekerjaan Umum (PUPR) secara real time mampu menyajikan data hunian atau proyek rumah subsidi kepada masyarakat.

Data tersebut berupa peta hunian yang tersedia, sedang dibangun, dan sudah terjual yang disajikan dalam berbagai warna. Warna kuning memperlihat perumahan yang masih tersedia.

Baca juga: Tapera, “Pending Issues” Tanpa Suara Publik

Warna hitam untuk perumahan komersil dan warna merah untuk kavling perumahan yang telah terjual.  Sehingga dipastikan masyarakat yang mengakses aplikasi SiKasep tidak akan kesulitan dalam memilih rumah idamannya.

Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin sampaikan inovasi yang dikembangkan tersebut merupakan salah satu percepatan kesediaan hunian dalam mempertemukan supply dan demand.

“Kita fokus pada berapa besarnya supply hunian, hingga saat ini potensi dan dukungan aktif para asosiasi pengembang sangat luar biasa dalam memberikan data. Saya apresiasi pengembang yang mendaftarkan terus perumahannya ke Sikumbang. Sehari rata-rata lebih dari seribu hunian didaftarkan di aplikasi ini.” terangnya.

Baca juga: Ekonomi Lesu, REI: Pemerintah Harus Gerakan Industri Properti

Arief mengakui bahwa data pemetaan tersebut sangat potensial untuk dikembangkan lebih lanjut oleh PPDPP ke dalam berbagai hal ke depannya.

Data tersebut dapat sebagai informasi prioritas bagi pemerintah untuk memenuhi kebutuhan listrik, air bersih, dan bantuan prasarana sarana umum lainnya seperti bentuk dan ukuran agunan yang akan dibiayai oleh program rumah subsidi.

Data tersebut juga dapat disinergikan dengan manajemen kuota di bank pelaksana. Melalui rangkaian sistem ini, pemerintah dapat merancang manajemen kuota bantuan pembiayaan perumahan hingga tingkat kecamatan.

Baca juga: Rumah Subsidi, PPDPP: Tercatat 10 Ribuan Lokasi Di SiKumbang

Sehingga dapat secara akurat menghitung perencanaan anggaran program rumah subsidi dari tingkat nasional hingga tingkat daerah kecil sekalipun “Dengan data ini, maka bank pelaksana diharapkan tidak serta merta menjual rumah subsidi, harus didasarkan data akurat” imbuh Arief.

Di sisi para pengembang, sistem ini juga menjadi benefit tersendiri sebagai media promosi untuk memasarkan huniannya secara efektif dan efisien, Keberadaan pemetaan hunian dari para pengembang ini juga dapat sebagai masukkan kepada pemerintah daerah dalam rangka pembangunan infrastruktur pendukung lokasi rumah subsidi.

Baca juga: 6 JUTA PEKERJA KENA PHK DAN DEVELOPER MULAI ALIH PROFESI | #NGOPI

Lebih lanjut Arief Sabaruddin menekankan bahwa perencanaan pembangunan rumah subsidi pada akhirnya dapat didasarkan pada permintaan masyarakat. “Melalui data tersebut, berarti membangun rumah harus sesuai permintaan. Pemerintah sangat memperhatikan sisi permintaan, inilah yang dinamakan MBR sebagai subyek penyaluran bantuan pembiayaan perumahan,’tegasnya.

Dengan mengetahui lokasi yang diinginkan oleh masyarakat melalui SiKasep, maka para pengembang juga dapat mengetahui referensi dalam membangun huniannya secara efisien, menghindari rumah kosong yang tidak diminati oleh masyarakat.

 

Share this news.

Leave a Reply