Narogong Kian Berkembang, Perlu Ditata Sejak Awal

By 20 September 2018News, Property News

PROPERTY INSIDE – Ruas tol JORR 2 yang menghubungkan Cimanggis – Cibitung ditargetkan akan beroperasi pada akhir 2019 nanti.

Sementara pengembangunan ruas tol Jakarta – Cikampek/Japek (Selatan) saat ini dalam tahap penetapan lokasi, dan akan memulai konstruksi di daerah Sadang, Purwakarta pada tahun 2019 mendatang.

Nantinya, kedua jalan tol tersebut akan beririsan dengan jalan arteri primer di Bekasi Selatan yakni jalan Raya Narogong. Ruas jalan yang memiliki panjang 12 kilometer ini menghubungkan Bekasi Utara ke arah Cibubur.

Baca juga: Efek Ruas Tol, Kawasan Narogong akan Jadi Pusat Bisnis Baru Bekasi

Kawasan Narogong pun akan diuntungkan karena memiliki akses pintu tol ke JORR 2 di kawasan Cileungsi dan Japek Selatan di kawasan Bantar Gebang.

Dengan traffic dari dua jalur tol maka dalam waktu 5 sampai 10 tahun ke depan, Narogong akan menjelma menjadi kawasan bisnis baru di Kota Bekasi bagian selatan.

Merespon perkembangan ini, Erwin Guwinda, Kepala Bidang Perencanaan Dinas Tata Ruang Kota Bekasi mengungkapkan pandangannya terkait potensi perkembangan Narogong di masa depan.

Baca juga: Sasar Milenial, Apartemen Emerald Bintaro Tawarkan Cicilan Rp 900 ribuan

“Secara teori the trade follow the ship, dimana transportasi ada, perdagangan pasti tumbuh. Dalam konteks ini pertumbuhannya pun beragam, selain komersial tentunya juga hunian,” ungkap Erwin melalui siaran press kepada propertinside.id.

Menurutnya, pembangunan CBD di Narogong harus memperhatikan aspek lingkungan. Kawasan bisnis dan jasa di Narogong sebaiknya tidak dibangun secara massif.

“Misalnya dengan ketinggian bangunan maksimal 20 lantai serta dengan luasan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” jelas Erwin.

Lebih lanjut Erwin menegaskan, Narogong diharapkan akan melengkapi kawasan bisnis yang lain, namun kali ini harus dengan penataan yang lebih baik untuk utilitas maupun drainase.

 

 

 

Share this news.

Leave a Reply