PROPERTY INSIDE – Salah satu rangkaian kegiatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) 2018 adalah Sayembara Desain Rumah Tapak dan Rumah Susun Bersubsidi.
Sayembara diselenggarakan oleh Kementerian PUPR yang didukung oleh Bank BTN dengan total hadiah total Rp 170 juta tersebut bertujuan mendapatkan desain baru rumah subsidi.
Latar belakang sayembara ini mencoba menelisik ide arsitektur atau bangunan rumah subsidi yang lebih bernilai. Selama ini desain dan bentuk rumah bersubsidi hanya merupakan bangunan standar yang hampir sama bentuknya.
Baca juga: IPEX 2018, Pikko Group Tawarkan Uang Muka 5%
“Untuk itu pada peringatan Hapernas 2018 ini, diadakan sayembara desain rumah bersubsidi yang mengacu pada perkembangan jaman dan kebutuhan untuk generasi milenial,” kata Direktur Evaluasi Bantuan Pembiayaan Perumahan, Ditjen Pembiayaan Perumahan, Arvi Argiantoro melalui keterangan pers yang diterima www.PropertyInside.id.
Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Dirjen Pembiayaan Perumahan Lana Winayanti mewakili Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada acara pembukaan Indonesia Property Expo 2018 di Jakarta Convention Center, Minggu (23/9).
Baca juga: Hapernas 2018, Ziarah Ke Makam Bung Hatta Hingga Sayembara
Peserta sayembara ini merupakan perorangan dan juga tim, dimana pemenang terdiri dari dua kategori yakni 5 pemenang kategori Rumah Tapak dan 5 pemenang kategori Rumah Susun.
Sayembara desain ini diikuti sebanyak 1.288 peserta yang berasal dari 150 Kota/Kabupaten di Indonesia. Arvi mengatakan, mayoritas pesertanya merupakan anak muda yang termasuk ke dalam kategori generasi milenial.
“Sepuluh pemenang dengan hasil karya desain terbaik, merupakan karya dari peserta yang berusia sekitar 20 – 30 tahunan,” imbuh Arvi.
Karya para peserta ini memiliki konsep desain sesuai dengan perkembangan rumah untuk masa depan. Nantinya hasil karya 10 desain terbaik rumah tapak dan rumah susun bersubsidi akan ditawarkan kepada pengembang untuk dapat diaplikasikan dalam membangun rumah bersubsidi.
Baca juga: Wahai Milenial…Walau Ukuran Mini, Investasi Properti Selalu Seksi
Sementara Dewan juri terdiri dari Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman Prof. Arief Sabarudin, Direktur Rumah Khusus Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Christ Robert Marbun, Akademisi Prof. Sarwidi, Ikatan Arsitek Indonesia Joko Ardianto.
Selain itu juga ada Praktisi dan Penulis Imelda Akmal dan Asosiasi Pengembang Hendra Susanto. Indikator penilaian ada 7 kriteria yakni berwawasan lingkungan, mudah direalisasikan, muatan lokal atau kearifan lokal, kepraktisan operasional, kelayakan ekonomi, kebaruan dan layak secara teknis.
Estevantra Sun yang merupakan Juara 1 pemenang Sayembara Desain Rumah Tapak dengan judul karya Omah Kampung mengatakan desain rumah tapak yang dibuatnya menggunakan desain bangunan lokal berkonsep rumah Risha (Rumah Instan Sederhana Sehat) dengan bangunan 2 lantai seluas 36 m2.
Sementara itu, Tia Aprilitasari yang merupakan Juara 1 kategori Rumah Susun dengan judul karya Omah Uwoh mengatakan, seringkali istilah rumah susun di anggap menjadi kelas pemukiman kelas bawah bila dibandingkan apartemen.










