Krueng Daroy, Program Kolaborasi Penataan Kawasan di Banda Aceh

By 15 December 2018Life Style, Property News

PROPERTY INSIDE –Pemerintah terus mendorong penataan kawasan kumuh agar menjadi lingkungan yang nyaman dan juga memiliki nilai.

Melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), penataan ini dinamakan Program KotaTanpa Kumuh (Kotaku). Tujuan program ini untuk meningkatkan  kualitas permukiman.

Tentunya program ini tetap memerlukan peran aktif masyarakat, tokoh masyarakat dan Pemerintah Daerah. Karena program “Kotaku” merupakan program kolaborasi.

Baca juga: Peminat Tinggi, BTN Luncurkan KPR Lelang

Pemerintah Pusat bersifat mendorong dan memberdayakan Pemerintah Daerah dan warga, mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pengawasannya.

Untuk itu peran Pemerintah Daerah dan masyarakat yang aktif sangat dibutuhkan agar kawasan yang sudah ditata akan kembali kumuh dalam beberapa waktu ke depan.

Nah, Salah satu contoh penataan kawasan kumuh yang patut ditiru adalah Kawasan Seutui di Banda Aceh yang diprioritaskan penanganannya tahun 2018 ini.

Baca juga: Penjualan Produktif Jakarta Garden City Raih Penghargaan

Kawasan yang berada ditepi Sungai Kreung Daroy memiliki luas 38,26 hektar, meliputi lima gampong/kelurahan yakni Gampong Neusu Jaya, Neusu Aceh, Sukaramai, KelurahanSeutui, dan Gampong Lamlagang. 

Suasana malam di Krueng Daroy.

Dalam pelaksanaannya, mulai dari tahap perencanaan dilakukan musyawarah yang melibatkan Satuan Kerja Cipta Karya Kementerian PUPR, Kepala Dinas PUPR, Kepala Camat dan warga.

Semuanya dilibatkan dari awal untuk mengidentifikasi masalah dan kondisi awal dan perencanaan infrastruktur yang akan dibangun termasuk pengadaan lahan. 

Baca juga: Kementerian PUPR Minta Pemda Miliki Data RTLH dan Kawasan Kumuh

Dalam implementasi program, juga melibatkan masyarakat yang dimulai pada Februari  lalu. Setelah dilakukan penataan, disamping lebih rapi, masyarakat memiliki ruang terbuka hijau baru sebagai tempat berinteraksi warga.

Jadi dengan program ini selain mengurangi kumuh juga menambah ruang terbuka hijau,” ujar Direktur Jenderal Cipta Karya Danis Sumadilaga  saat meninjau lokasi Taman Krueng Daroy yang merupakan hasil dari Penataan Kawasan Kumuh Seutui, BandaAceh, Jumat (14/12).

Danis menambahkan, program Kotaku tidak hanya bertujuan membangun infrastruktur lingkungan, namun juga meningkatkan ekonomi warga dan prilaku hidup sehat masyarakat.

Baca juga: TOD, Bukan Sekedar Pemenuhan Kebutuhan Hunian di Simpul Transportasi

Di ujung jalur pedestrian, sebuah warung kopi khas Aceh tampak selalu ramai dikunjungi warga kota, terutama di sore hari.

Danis mengatakan program Kotaku di Seutui, bukan hanya berfokus pada penataan kawasan kumuh saja tetapi juga melakukan pembangunan sanitasi dan juga pemenuhan kebutuhan air bersih.

“Kita juga inginagar sistem sanitasi diperbaiki dan pusat jajanan ditambah bagi para pengunjung, sehingga kegiatan ekonomi lokal bisa tumbuh” ujarnya.

Untuk menambah kenyamanan ruang publik di kawasan tersebut, Danis mengatakan perlu segera ditambah pepohonan di sepanjang jalur pedestrian.

Penataan kawasan Seutui terdiri atas pembangunan pedestrian sepanjang 1,7 km, pembangunan 3 unit jembatan, pemasangan penerangan jalan Umum sebanyak 132 titik dan pembuatan Taman Kreung Daroy.

Diharapkan dengan contoh penataan kawasan yang baik yang  menguntungkan warga setempat, pemerintah daerah semakin termotivasi untuk mengurangi luasan kawasan kumuh didaerahnya.

Share this news.