Batam, Gula-gula Investasi yang Tak Pernah Mati

By 17 January 2019News, Property News

PROPERTY INSIDE – Salah satu kota yang perkembangan propertinya pesat adalah Kota Batam. Sebagai bagian dari Kepulauan Riau, Batam telah menjadi kawasan perdagangan internasional. Faktor kedekatannya dengan Singapura menjadi salah satu keuntungan Batam.

Dan dengan segala kelebihan yang ada dari dulu higga kini, Batam telah menjadi surga investasi properti yang menjanjikan. Menariknya, properti di Batam masih lebih murah dibanding di Jakarta dan juga di Singapura.

Baca juga: Tiga Proyek Highrise Groundbreaking Di Januari, Properti Batam Makin Ramai

Untuk mendukung perkembangan tersebut, Pemerintah Kota Batam saat ini tengah gencar melakukan pembangunan infrastruktur mulai dari perbaikan hingga pelebaran jalan pada beberapa ruas jalan di Kota Batam.

Beberapa developer besar pun telah menancapkan kuku bisnisnya di Batam. Salah satunya adalah PT Pollux Properti Indonesia Tbk. dengan mengembangkan superblok Meisterstadt Batam.

Proyek ini dikembangkan dengan bendera PT Pollux Barelang Megasuperblok, perusahaan kolaborasi dengan keluarga BJ. Habibie. Komisaris Utama PT Pollux Barelang Megasuperblok, Ilham Akbar Habibie menuturkan, Meisterstadt Batam berada di lokasi yang sangat strategis, di Batam Center.

Baca juga: Tepati Janji, Pollux Properti Gelar Topping Off Apartemen Meisterstadt Batam

“Kawasan ini merupakan jantung Kota Batam yang memiliki nilai investasi paling baik di Batam karena dikelilingi berbagai pusat fasilitas publik seperti Hang Nadim International Airport, Batam Center Ferry Terminal, dan Distrik perniagaan Nagoya,” imbuhnya melalui keterangan pers yang diterima www.propertyinside.id.

Dalam pengembangannya Meisterstadt Batam mengacu pada konsep kemajuan kota berstandar Jerman. Hal ini dapat dilihat pada komposisi bangunannya yang terintegrasi dengan beberapa proyek properti khususnya perkantoran dan rumah sakit.

Baca juga: Hadapi Geliat Bisnis Properti, BP Batam Inventarisir Lahan

“Proyek ini merupakan hasil dari visi Habibie untuk menciptakan integrated vertical city yang terinspirasi dari standar kemajuan negara Jerman,” kata Ilham.

Ia juga menambahkan, Batam merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia yang angka pertumbuhan penduduknya cukup pesat. “Karena itu, bisa dipastikan, dengan lokasi yang strategis dan menjadi penghubung antar negara-negara di Asia Tenggara.

“Kehadiran Meisterstadt diharapkan dapat lebih meningkatkan keberadaan kawasan Batam sebagai salah satu pusat ekonomi baru Indonesia,” harap Ilham optimis.

Baca juga: Bisnis Properti 2019: Antara Pasar, Konsep Produk dan Sunset Property

Seperti diketahui, Memasuki awal 2019, para pelaku usaha optimis iklim investasi di Batam kembali bangkit. Hal ini seiring mulai meningkatnya investor baru yang berinvestasi di kawasan ini. Selain industri manufaktur, sektor pariwisata menjadi kontributor terbesar atas peningkatan tersebut.

Pada Semester I-2018, realisasi investasi di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam mencapai USD391 juta dari total target USD700 juta yang direncanakan.

Meski masih jauh dari target, hal ini menjadi sinyalemen positif terkait investasi Batam akan kembali bergeliat.

 

Share this news.

Leave a Reply