PROPERTY INSIDE – Salah satu kekuatan PT Bank Tabungan Negara Tbk. dalam setiap menggelar kegiatan pameran Indonesia Property Expo adalah strategi penguatan produk kredit pembiayaan perumahan (KPR).
Terbukti dalam setiap gelaran IPEX, BTN sukses menggiring calon konsumen untuk membeli rumah. Setiap tahun Bank BTN menggelar 2 kali IPEX dengan pencatatan ijin prinsip KPR/KPA yang terus meningkat.
Contohnya, pada tahun 2016, ijin prinsip KPR/KPA mencapai Rp8,3 triliun, dan pada tahun 2017 melejit menjadi Rp12,8 triliun.
Baca juga: IPEX, BTN Tawarkan Bunga Fix 6,69 % Hingga Uang Muka 1%
Sementara tahun 2018 lalu ketika suku bunga kredit merangkak naik, ajang IPEX masih mencatatkan persetujuan ijin prinsip untuk total KPR/KPA senilai Rp 18,4 triliun.
Direktur Utama BTN Maryono disela-sela pembukaan IPEX pada Sabtu (2/02) mengatakan, kami juga terus fokus menyasar pasar yang beragam dengan segmen berbeda. Seperti saat ini kita fokus menyasar nasabah dari generasi milenial.
Baca juga: HK Realtindo Optimis Raih Rp 50 miliar di Ajang IPEX 2019
“Kita tawarkan kredit namanya KPR Gaeess yang menjanjikan kemudahan cicilan dan uang muka. Kami juga meningkatkan pelayanan KPR via online melalui btnproperti.co.id yang kami upgrade dengan sejumlah fitur tambahan,” imbuh Maryono.
Per Februari ini, portal btnproperti.co.id hadir dengan wajah baru dan sejumlah fitur tambahan, diantaranya fitur 3D proyek perumahan.
Dimana konsumen bisa melihat langsung proyek perumahan atau unit rumah contoh dari developer yang bekerjasama dengan BTN. Nasabah seolah merasakan berada di lokasi unit rumah dengan konsep 3D unit.
Baca juga: BTN Perluas dan Fokus Pembiayaan untuk Segmen Informal
Fitur baru selanjutnya adalah transactional booking fee, dengan fitur ini konsumen atau pengunjung BTN Properti bisa langsung memesan unit rumah dari developer yang sudah bekerjasama dengan Bank BTN.
Selain itu juga bias bisa langsung melakukan pembayaran booking fee atau tanda jadi pemesanan dengan kanal pembayaran yang disediakan Bank BTN mulai dari ATM/Virtual Account, Internet Banking, dan Mobile Banking.
Baca juga: Peminat Tinggi, BTN Luncurkan KPR Lelang
Pengajuan kredit ini pun juga langsung masuk ke Bank BTN untuk diproses. “Fitur baru selanjutnya adalah tracking status pengajuan KPR, dengan fitur ini nasabah dapat memantau status pengajuan KPR saat sudah melakukan pengajuan kredit secara online,” kata Maryono.
Dengan fitur baru tersebut, Maryono berharap akses ke btnproperti.co.id terus meningkat. Berdasarkan data BTN, aplikasi KPR online yang mengalir lewat portal tersebut tercatat mencapai 42.661 aplikasi, atau melompat 208% dibandingkan tahun 2017 yang hanya sebanyak 13.680 aplikasi.
Baca juga: Riset BTN, Rumah Tapak Selera Milenial
Seiring dengan peningkatan aplikasi, realisasi KPR lewat online pun melejit 238% secara year on year menjadi 10.853 unit pada tahun 2018 dibandingkan tahun 2017 yang hanya mencapai 3.214 unit.
Alhasil nilai KPR yang cair pun meroket. Pada tahun 2017 nilai KPR yang tersalurkan lewat aplikasi KPR online sebesar Rp1,18 triliun menjadi Rp3,83 triliun pada tahun 2018.










