70 Persen Pemasang Lampu Profesional di Indonesia Rasakan Pengalaman Buruk

PROPERTY INSIDE – Signify, perusahaan lighting dunia, baru-baru ini mengungkap studi komprehensif tentang pemasang lampu profesional di seluruh dunia. Perusahaan melakukan survei terhadap total 500 pemasang lampu di Inggris, Jerman, Prancis, Denmark, Swedia, Polandia, Norwegia, AS, Tiongkok, dan Indonesia.

Hasilnya, sekitar 70% pemasang lampu profesional di Indonesia telah merasakan pengalaman buruk dengan produk pencahayaan berkualitas rendah. Melalui studi yang dilakukan, perusahaan yang sebelumnya bernama Philips Lighting N.V. ini mengangkat standar keselamatan sederhana yang cenderung diabaikan oleh para professional.

Penelitian tersebut menemukan bahwa standar yang sering diabaikan ini terkait dengan lampu tabung LED (TLED) yang dipilih oleh 38% pemasang lampu profesional di Indonesia.

Baca juga: Dengan Teknologi AI, Mengatur dan Membersihkan Rumah Kini Hanya Lewat Handphone

Lampu tabung LED yang paling umum digunakan memiliki ujung ganda, yang awalnya dibuat untuk lebih memudahkan pemasangan. Namun, lampu tabung LED berujung ganda ini berpotensi membahayakan pemasang.

Country Leader Signify Indonesia, Rami Hajjar mengatakan, walau tidak semua lampu tabung LED ujung ganda berbahaya, banyak produk yang kurang aman telah memasuki pasar Indonesia, dan bisa membahayakan para pemasangnya.

“Para profesional perlu memahami bahwa mereka memainkan peranan penting dalam proses pencahayaan dan mereka memiliki kesempatan untuk megambil inisiatif dalam mengedukasi para klien,” kata Rami dalam keterangan tertulis yang diterima www.PropertyInside.id, Selasa (19/2) di Jakarta.

Baca juga: Menerapkan Konsep Eco House pada Rumah Tinggal

Rami menjelaskan, klien juga perlu edukasi tentang input pengkabelan lampu tabung LED ujung tunggal yang lebih aman daripada yang berujung ganda. Hal ini, menurut Rami, kurang dikenal di Indonesia dan kebanyakan diabaikan.

“Kita tidak perlu contoh pengalaman buruk lain lagi untuk menekankan betapa perlunya lampu tabung LED berkualitas tinggi, di tengah banjirnya lampu tabung LED berkualitas rendah di Indonesia,” ungkapnya.

Ada dua metode sistem pengkabelan yang lazim digunakan dalam pemasangan lampu tabung LED, yaitu input berujung tunggal atau input berujung ganda. Input berujung tunggal hanya membutuhkan arus listrik dari satu sisi lampu sedangkan input berujung ganda memerlukan arus listrik yang dialirkan ke kedua sisi lampu.

Lampu tabung LED ujung ganda memiliki risiko ketika salah satu ujung lampu telah terpasang di rumah lampu (reng), yaitu kemungkinan tersengat listrik ketika seseorang secara tidak sengaja menyentuh ujung lampu yang lain.

Baca juga: Hebat, Toko Bahan Bangunan ini Sudah Gunakan Artifical Intellegence

Para profesional lebih tertarik menggunakan lampu tabung LED daripada bohlam LED karena lebih efisien, lampu tabung LED menghemat energi hingga 50% dibandingkan sistem pijar (fluorescent) konvensional.

Lampu tabung LED juga memiliki ketahanan masa pakai lebih dari 15.000 jam. Selain itu, kualitas pencahayaan lampu tabung LED sangat mirip dengan sinar matahari alami.

Pencahayaan yang tepat dapat memiliki efek luar biasa untuk meningkatkan fokus dan produktivitas, memberikan penerangan sempurna untuk aplikasi komersil di kantor, lahan parkir, garasi, supermarket dan lain-lain.

Share this news.

Leave a Reply