Menerapkan Konsep Eco House pada Rumah Tinggal

By 20 August 2018Design, Property News

PROPERTY INSIDE – Tren back to nature, atau kembali ke alam sedang booming dewasa ini, tidak terkecuali untuk tempat tinggal atau rumah. Konsep eco-house atau rumah ramah lingkungan bisa menjadi alternatif untuk menerapkan tren ini. Sekaligus merupakan salah satu cara untuk ikut andil menjaga lingkungan.

Konsep ini, menata rumah dari semua aspek, baik bagian luar atau dalam rumah. Mulai dari pembangunan rumah, penggunaannya, maupun perawatannya tidak berdampak buruk bagi lingkungan.

Baca juga: Ingin menata Kantor sesuai Feng Shui? Begini Caranya!

Jika Anda berencana untuk menerapkan konsep eco-house ini, perlu diperhatikan beberapa hal mendasar. Anggaran adalah hal pertama yang harus diperhatikan, selanjutnya material bangunan, kebutuhan hunian dan kenyamanan.

Intinya, konsep rumah ramah lingkungan ini dapat menyimpan energi positif yang bisa membuat lingkungan lebih asri dan terjaga. Bumi yang semakin tua menutut kita untuk terus menjaganya dengan pembangunan berkelanjutan (sustinable development), karenanya sebagian arsitek professional telah menerapkan konsep ini dalam tiap proyeknya.

Selain ramah lingkungan, konsep ini juga ramah di kantong, namun demikian, desain eco-house juga membuat rumah lebih nyaman dengan tidak meninggalkan keindahan estetika bangunan.

Baca juga: Yuk, Desain Rumah Keren dengan 8 Cara Mudah ini

Ada beberapa poin penting yang perlu dilakukan untuk mendesain rumah yang ramah lingkungan (eco-house). Pertama, rumah harus memiliki orientasi bangunan yang menghindari banyak fentilasi udara di arah Barat dan Timur.

Iklim di lokasi juga akan mempengaruhi bentuk bangunan seperti misalnya tempat dengan iklim yang panas memerlukaan bukaan jendela yang besar di sisi utara bangunan. Sedangkan untuk iklim yang lebih dingin diterapkan desain yang berkebalikan dari iklim panas. Dengan memahami orientasi rumah maka akan membuat rumah menjadi lebih nyaman.

Bahan material juga menjadi salah satu pokok utama dalam mendesain eco house, ibaratnya seperti lem.Pasalnya banyak yang dapat dilakukan dengan memilih material yang tepat untuk rumah.

Baca juga: Tips Menata Rumah saat Lebaran

Pilihlah material yang berbahan alami seperti semen, batu bata, bambu, kayu, keramik, baja, dan sebagainya. Bahan material yang tersisa lebih baik mendaur ulang, bisa menjadi salah satu untuk mendekor rumah. Untuk lantai, bisa menggunakan granit, parkeet, keramik, bambu, marmer. Agar lebih ramah lingkungan, Anda juga bisa memakai kayu dan bambu untuk kamar tidur.

Sistem solar panel atau pannel surya salah satu sistem terbarukan yang digunakan sebagai sumber energi listrik. Panel ini akan bekerja dengan mengubah energi matahari menjadi energi listrik, bisa diletakkan pada atap rumah di bagian Timur dan Barat sehingga dipastikan mendapat energi matahari.

Baca juga: Menjamu Tamu & Keluarga Lebih Menyenangkan dengan Mini Bar

Tentunya juga pilih material untuk atap rumah yang dapat memantulkan radiasi panas. dan harganya memang mahal pada awalnya akan tetapi akan berguna untuk jangka panjang sehingga biaya pengeluaran listrik ke depannya lebih murah.

Untuk pencahayaan, pilihlah lampu yang terang namun tetap hemat energi dan juga awet. Seperti halnya LED dan CFL yang lebih tahan lama dan nyaman untuk di mata. Lampu tersebut awet, dapat menghemat biaya dan cocok untuk eco-house.

Share this news.

Leave a Reply