PROPERTY INSIDE – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) merayakan hari ulang tahunnya yang ke-47 di Kota Surabaya dan Malang dari 24-25 Maret 2019.
Acara yang diadakan di kawasan Ciputra Driving Range kawasan CitraLand Surabaya ini diharidi oleh Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil dan juga sekitar 1.000 anggota REI dan undangan lainnya dari seluruh Indonesia.
Ketua Umum DPP REI, Soelaeman Soemawinata mengatakan saat dibentuk oleh para pendiri dan senior pada 11 Februari 1972, keberadaan REI dimaksudkan untuk menghimpun dan mempersatukan seluruh potensi pengembang nasional.
Baca juga: Keren, Inilah Restoran Bawah Laut Terbesar Di Dunia
“Tujuannya untuk saling membantu sesama anggota tanpa memandang mereka berasal dari pengembang besar, menengah maupun kecil,” tegas Eman demikian dia akrab dipanggil, kepada wartawan di Surabaya, Minggu malam (24/03).
REI dari masa ke masa senantiasa hadir untuk mewarnai pembangunan bangsa melalui kreasi berbagai proyek properti di seluruh pelosok nusantara. Termasuk juga pembangunan rumah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah di seluruh Indonesia.
Baca juga: Polemik Pengelolaan Rusun, Praktisi: Yang Penting Transparan
“Tahun lalu saja, kontribusi REI mencapai sekitar 40 persen dari total realisasi Program Sejuta Rumah (PSR) yang dicanangkan pemerintah,” ungkap Eman
Sedangkan tahun ini, REI menargetkan pembangunan sekitar 430.000 unit rumah yang terdiri dari 230.000 unit rumah bersubsidi dan 200.000 unit rumah komersial bawah dengan kisaran harga Rp 200 juta hingga Rp 300 juta per unit guna memastikan pencapaian target Program Sejuta Rumah.
Baca juga: TOD, Kementerian ATR/BPN: Alokasikan Ruang untuk MBR
Totok Lusida Sekjen REI mengungkapkan bahwa peringatan tahun ini memilih tema “Kebersamaan dan Profesionalisme dalam Mewujudkan REI sebagai Garda Terdepan Membangun Rumah Rakyat”.
“Kami bersama-sama ingin mengukuhkan kembali komitmen REI sebagai garda paling depan dalam mendukung pembangunan rumah rakyat khusus masyarakat berpenghasilan rendah,” tegas Totok.








