PROPERTI INSIDE – Lukas Bong, Ketua Umum Asosiasi Real Estete Broker Indonesia mengatakan, pasar properti dalam 3 bulan pertama di 2019 didominasi oleh segmen produk di bawah harga Rp1 miliar.
Menurutnya, potensi pasar segmen harga ini cukup besar karena kebanyakan adalah end user dan memang ingin memiliki properti karena kebutuhan.
Dihubungi melalui telpon beberapa hari lalu, Lukas menegaskan bahwa produk yang cocok dengan isi kantong dan memiliki cara bayar yang mudah akan cepat diserap pasar.
Baca juga: Ini Strategi Menjual Properti Paling Efektif Di Era Digital
“Pilihan produk cukup banyak, untuk itu produk yang sesuai dengan kemampuan konsumen akan lebih mudah ditawarkan kepada konsumen,”imbuhnya.
Ditanya soal lokasi mana saja yang jualannya cukup bagus pada 3 bulan pertama 2019 lalu, Lukas mengatakan bahwa Serpong pada beberapa titik kawasannya cukup diminati konsumen.
Baca juga: 10 Tips Promosi Properti di Instagram ala Broker Kelas Dunia
“Selain itu, Bekasi khususnya di Cikarang juga menjadi salah satu pilihan konsumen di timur Jakarta. Selain harga dan kemudahan pembayaran, tentunya produk yang banyak memberikan kelebihan akan diminati konsumen,” jelas Lukas.
Menariknya, ada pergeseran produk yang dipilih oleh pasar, sebagian masyarakat saat ini sudah tak mementingkan apakah landed atau hunian vertikal.
Seperti di serpong, apartemen dengan harga di bawah Rp500 juta jadi pilihan masyarakat untuk tempat tinggalnya. untuk mendapatkan hunian dengan harga Rp500 juta ke bawah saat ini sudah cukup sulit di kawasan Serpong.
Baca juga: Penthouse, Produk Exclusive Meisterstadt Batam Mulai Pasarkan
‘Kalau pun ada lokasinya agak menjauh dari fasilitas umum. Makanya apartemen yang nempel dengan kawasan BSD City banyak diminati konsumen,” ujarnya.
Faktor lokasi dan kemudahan transportasi saat ini sangat diperhatikan oleh konsumen dalam memilih produk properti. “Beberapa produk apartemen yang dekat dan nempel dengan moda transportasi seperti commuterline jadi pilihan masyarakat,” tegas Lukas.
Baca juga: 1 Mei, Tantangan Sesungguhnya MRT Jakarta
Seperti di Serpong saat ini sudah beroperasi Intermoda BSD City yang di dalamnya ada Stasiun Cisauk dan juga shutle bus BSD Link. “Fasilitas yang dikembangkan BSD ini tentunya juga bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar dan tentunya ini sangat berguna bagi masyarakat dalam memilih moda transportasi,’tegas Lukas.
Menurut Lukas, faktor moda transportasi menjadi salah satu kunci sukses penjualan properti. Apalagi didukung dengan infrastruktur jalan, sehingga akan memudahkan dan memangkas waktu masyarakat dalam beraktivitas.










